Warungbanten.desa.id_Hari Buku Nasional juga bertepatan dengan peringatan pendirian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) di Jakarta, pada 17 Mei 1980, yang diharapkan dapat meningkatkan gairah membaca masyarakat serta ketersediaan buku-buku bermutu. Memperingati Hari Buku Nasional 2017, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten menggelar sejumlah rangkaian acara bertajuk Gebyar Banten Membaca dengan tagline Perpustakaan Penggerak Perubahan. Salah satu dari serangkaian acara yang menjadi perhatian para pegiat literasi adalah Lomba Perpustakaan Desa/ Kelurahan tingkat provinsi. Lebih 400 pegiat literasi berkumpul memperingati puncak Hari Buku Nasional 2017 bertempat di halaman perkantoran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten.

Meraih skor paling tinggi, panitia lomba memutuskan Perpustakaan Desa Warungbanten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak menjadi Juara I Perpustakaan Terbaik tingkat Provinsi Banten 2017.

Hal tersebut sontak disambut meriah oleh para pegiat literasi dari desa Warungbanten yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa, Ruhandi. Dengan diraihnya predikat Juara I Lomba Perpustakaan Desa/ Kelurahan tingkat Provinsi Banten ini, desa Warungbanten dibawah pimpinan Jaro Ruhandi selama bulan Mei 2017 telah meraih tiga penghargaan dalam waktu singkat, yakni; (1) Penghargaan dari Bupati Lebak atas Dedikasinya sebagai pegiat Kampung Literasi di Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak, 2 Mei 2017; (2) Penghargaan dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Daerah Banten atas jasa serta dedikasinya dalam membangun masyarakat literasi di Provinsi Banten, 16 Mei 2017, dan; (3) Penghargaan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten sebagai Juara I Lomba Perpustakaan Desa/ Kelurahan tingkat Provinsi Banten, 17 Mei 2017.

Gerakan literasi, dalam hal ini gerakan budaya baca, bagi Jaro Ruhandi bukanlah suatu program melainkan merupakan suatu kebutuhan, sebab menurutnya, “Program gemar membaca yang dicanangkan untuk masyarakat, belum tentu menjadi kebutuhan yang diinginkan.

Namun jika gerakan budaya baca dijadikan kebutuhan masyarakat akan secara otomatis akan menjadi program yang diterima oleh masyarakat dengan sukarela.

Tinggal bagaimana kita mensiasatinya dengan cerdas”, tuturnya. Jaro muda berusia 31 tahun ini pun melontarkan pertanyaan untuk menjadi bahan perenungan bagi para pegiat literasi di Banten, “Pertanyaannnya adalah, apakah para pejabat dari tingkat bawah sampai pejabat tinggi suka membaca? Dan apakah pernah memberikan contoh kepada masyarakat untuk membaca tanpa membawa program?” pungkas Jaro. Gebyar Banten Membaca berlangsung 15-19 Mei 2017 di halaman perkantoran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten Jl. Raya Jakarta-Serang Km. 4 Pakupatan Kota Serang-Banten.

Sejumlah acara dan kegiatan pun digelar dengan meriah; yakni bazar buku murah, gebyar musik dan pentas kesenian, serta talkshow literasi. Semua dilaksanakan demi memperingati Hari Buku Nasional 2017.

%d blogger menyukai ini: