Dari berbagai hasil komoditas mata pencaharian yang bersifat ekstraktif, ternyata, penduduk di desa olilit raya juga mengembangkan sebuah keterampilan khusus untuk menghasilkan sebuah produk.

Tenun ikat tanimbar merupakan kain tenun hasil kerajinan tangan para perempuan di Desa Olilit.

Masyarakat Desa Olilit yang tinggal di bagian barat maupun dibagian timur, khususnya perempuan, memperoleh keterampilan untuk menenun secara turun temurun. Penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan identitas kedaerahnn, Tanimbar, juga merupakan benda adat yang digunakan dalam hubungan sosial duan-lolat.

Hubungan duan-lolat merupakan hubungan di antara dua lelaki sebagai kakak dan adik ipar yang bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara keluarga suami (duan) dan keluarga istri (adik atau kakak laki-lakinya sebagai lolat). Pada momen tertentu seperti pernikahan, pemakaman, kelahiran, atau aktivitas lainnya yang berhubungan dengan adat, kain tenun tanimbar merupakan benda wajib yang harus dipersembahkan duan kepada lolat.

Sebagai timbal balik, lolat memberikan timbal-balik berupa daging (sapi, babi, ayam atau kambing) dengan jumlah yang senilai dengan harga tenun yang diberikan.

(by Muhamad Arifin. muhamad.arifin137@gmail.com)

%d blogger menyukai ini: