Photo bersama perkenalkan produk beras hitam organik gabungan petani organik Tasikmalaya

Photo bersama perkenalkan produk beras hitam organik gabungan petani organik Tasikmalaya Kantor SU Pertanian Organik komp. Ruko Al qoyyum Cipasung Tasikmalaya

Masyarakat saat ini lebih mengenal ketan hitam dibanding beras hitam. Meskipun warnanya sama-sama hitam, beras hitam berbeda dari ketan hitam. Padahal pada masa kerajaan-kerajaan diwilayah Indonesia terutama Jawa,  beras hitam merupakan konsumsi bagi kaum Bangsawan ataupun bentuk sebuah upeti /persembahan kerajaan taklukan, konon beras hitam massa itu  nilainya setara dengan nilai perhiasan. Beras hitam memiliki kandungan zat antitoksin sehingga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

20170220_145258

Sifat dan teksturnya lebih mirip dengan beras biasa dibanding ketan. Dari sisi rasa, beras hitam tidak begitu “pulen” seperti halnya beras putih. Untuk memasaknya, dibutuhkan lebih banyak air dan waktu lebih lama. Setelah matang, beras ini memiliki aroma kuat yang menguggah selera makan.

Bentuk gabah dan kualitas beras hitam yang dihasilkan

Bentuk gabah dan kualitas beras hitam yang dihasilkan

Banyak keunggulan yang dimiliki oleh beras hitam, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. memiliki kandungan nutrisi dan mineral tinggi;
  2. kandungan glukosa, karbohidrat dan potrein mudah terurai;
  3. kandungan glikemik rendah sehingga aman dan sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes, obesitas, dll; dan
  4. mencegah kanker lambung, asam urat, darah tinggi, vertigo, eksim gatal-gatal, bisa untuk masker, dll.

Para petani organik Tasikmalaya  diorganisir kedalam gabungan petani organik SU Pertanian Tasikmalaya yang berkantor di Ruko Al-Qoyyum Jl. Muktamar Cipaung No 9 RT001-RW007 Desa Cipakat Kecamatan Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat, Gabungan Petani Organik SU Pertanian Tasikmalaya telah berhasil mengembangkan produk pertanian organik beras hitam Tasikmalaya (Orgasik) yang secara berkala pada setiap masa tanam dan panen disertifikasi diuji di laboratorium  BKPD (Badan Ketahanan Pangan Daerah) propinsi Jawa Barat dengan kualitas uji “tidak mengandung residu atau tidak terdetek bahan kimia“.

 

Sertifikasi uji laboratorium Badan Ketahanan Pangan Daerah propinsi Jawa Barat pada produk Beras Hitam Organik Tasikmalaya

Sertifikasi uji laboratorium Badan Ketahanan Pangan Daerah propinsi Jawa Barat pada produk Beras Hitam Organik Tasikmalaya

Gabungan petani organik SU Pertanian dipimpin oleh Iwan Ahmad, SE merangkap koordinator lapangan, sedangkan Ketua Pelaksana Harian Nina Ratna Rustikawati, SP keduanya aktif memotivasi, mengadvokasi, serta mengorganisir petani baik dilapangan maupun dalam kegiatan pertemuan-pertemuan, atau penguatan-penguatan kapasitas petani. Jumlah petani yang tergabung dalam gabungan petani organik Tasimalaya sebanyak kurang lebih 6000 orang petani tersebar dibeberapa wilayah sekitar kota Tasikmalaya dan bahkan sampai wilayah selatan yaitu di Kecamatan Cikalong.  Untuk mendorong perluasan pemasaran produk beras hitam Organik, Iwan Ahmad dan Nina Ratna membentuk badan usaha  CV SU2Hebat  yang berfungsi menjalankan bisnis pertanian dan usaha bisnis lain dengan menerapkan prinsip partisipatif, transparansi, dan akuntable.  Nina Ratna menegaskan bahwa beras hitam organik produk SU Pertanian menjamin kualitas produknya, bahkan saat ini, berass organik Tasikmalaya dilibatkan untuk mengikuti ekspo perdagangan di Singapura. Lembaga usaha CV SU2Hebat membangun hubungan petani dengan prinsip simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) antara petani dan lembaga usaha  atau CV yang dibentuk, selain itu CV SU2Hebat membangun kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak, serta berpartisipasi dalam mendidik dan mengajarkan pola bisnis pada komunitas petani lainnya, sehingga menguntungkan kedua belah pihak serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Dibalik perjalanan dan perkembangan usaha CV SU2Hebat, terdapat sentuhan tangan-tangan dingin dan motivator handal yaitu Cecep A Qoyyum  Tenaga Ahli P3MD Bidang Pengembangan Ekonomi Desa Kabupaten Tasikmalaya, hal tersebut nampak terlihat dari hubungan relasi yang terbangun dari CV SU2Hebat yang berhasil melahirkan Beras Hitam Organik Tasikmalaya (orgasik) sebagai salah satu produk unggulan Tasikmalaya.

Beras Hitam Organik Tasikmalaya (Orgasik) dalam kemasan plastik kedap udara.

Beras Hitam Organik Tasikmalaya (Orgasik) dalam kemasan plastik kedap udara.

Saat ini Gabungan petani SU Pertanian mengembangkan dua (2) varietas padi hitam yaitu varietas IW jenis Segon dan Ranggeuy. Produksi beras hitam organik yang dihasilkan dikelompokan dalam 3 (tiga) grade yaitu :

  • Grade A Kualitas I full organik penanaman 6 bulan dengan ciri beras warna hitam pekat keunguan
  • Grade B Kualitas II semi organik penanaman 4 bulan warna hitam coklat keunguan
  • Grade C Kualitas III semi organik penanaman 3 bulan warna coklat keunguan.

Ketiga Grade tersebut dipasarkan dengan harga yang berbeda, proses paska panen sampai packing dilakukan beberapa kali proses shorting (pemilahan),  meliputi shorting gabah dan shorting beras. Kegiatan shorting dilakukan oleh ibu-ibu petani berjumlah kurang lebih 600 orang dan mendapatkan upah Rp. 3000 – Rp. 4000,- per kilogram.  Beras hitam yang tidak masuk shortirpun di kemas secara khusus dan dijual dengan harga relatif murah dibanding beras hitam yang mengalami proses pemilahan. Produksi beras hitam yang dihasilkan gabungan petani organik Tasikmalaya dikenal ORGASIK, sangat memperhatikan kualitas beras baik segi bentuk, tekstur, dan tentunya nol persen bahan kandungan kimia, sehingga dari 100 Kg gabah rata-rata menghasilkan 50 Kg beras hitam dengan kualitas yang telah terpilah (proses shortir).

Pengelolaan pertanian organik melalui gabungan petani organik, sangat memperhatikan keorganikan tata kelola dengan memberlakukan hamparan kawasan pertanian yang steril atau tidak tercemar dengan hamparan pertanian konvensional non organik. Hamparan sawah dengan pertanian organik  hanya menggunakan  pupuk organik, menurut Iwan Ahmad memberikan beberapa keuntungan antara lain: 1) memperbaiki struktur tanah, dari berlempung yang liat menjadi ringan atau remah ; 2) memperbaiki daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak terurai; 3) memperbaiki daya ikat air pada tanah ; 4) memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah; 5) mempertinggi daya ikat tanah rehadap zat hara; 6) mengandung unsur hara lengkap walaupun jumlahnya sedikit, tergantung bahan penyusun pupuk organik tersebut;7) membancu proses pelapukan bahan mineral; 8) menyediakan makanan bagi mikroorganisme bermanfaat, serta menurunkan aktivitas mikroorganisme merugikan.

Diskusi pengurus gabungan petani organik Tasikmalaya ( Iwan Ahmad pojok kiri dan Nina Ratna) bersama H. Muh. Ridwansyaf Pengusaha sekaligus pengurus HKTI Tasikmalaya didampingi H. Cecep A Qoyyum TA PED P3MD Tasikmalaya

Diskusi pengurus gabungan petani organik Tasikmalaya ( Iwan Ahmad pojok kiri dan Nina Ratna) bersama H. Muh. Ridwansyaf Pengusaha sekaligus pengurus HKTI Tasikmalaya didampingi H. Cecep A Qoyyum TA PED P3MD Tasikmalaya

Kekuatan kreativitas dan tidak pantang menyerah, itulah kesan pertama yang dapat disampaikan pada gabungan petani organik Tasikmalaya, secara intensif melakukan pendampingan terhadap petani, mengembangkan jejaring dan melakukan advokasi terhadap lembaga-lembaga pemerintah dan swasta/privat dan terbukti memberikan dampak nyata dalam mendorong tumbuhnya perekonomia bagi para petani yang tergabung dalam gabungan petani organik SU Pertanian Tasikmalaya dengan mitra usaha bisnis CV SU2Hebat.

Salam Sukses
STJ

  di

%d blogger menyukai ini: