Foto: www.wosu.desa id

Foto: www.wosu.desa.id

Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas di desa. Di satu sisi, PAUD harus mampu mengembangkan pola asuh anak yang baik, di sisi lain dia harus mampu mengajar orang tua murid untuk siapkan makanan yang sehat.

Makanan yang sehat akan mengurangi beragam perilaku anak yang unik, seperti autis dan hiperaktif. Sementara itu, pola makan yang buruk akan memicu munculnya penyakit degeneratif pada anak, seperti obesitas, jantung, diabetes, hipertensi, dan
kanker.

Desa memiliki beragam bahan makanan yang bergizi tinggi. Tepung singkong (mocaf/modified cassava flour) misalnya, dia mengandung karbohidrat tinggi (87,3%) dan serat yang baik (3,4%). Kadar karbohidrat yang tinggi akan memberikan efek rasa kenyang yang lebih lama sebab tubuh memerlukan waktu yang lebih lama untuk menguraikanya menjadi gula (tenaga).

Mocaf merupakan tepung hasil olahan singkong yang diproses dengan memodifikasi sel singkong melalui fermentasi yang melibatkan mikroba (bakteri asam laktat). Kadar air mocaf sangat rendah (6,9%) sehingga umur simpannya lebih lama, sementara kadar abu yang lebih rendah (0,4%) membuat mocaf memiliki warna yang lebih putih.

Perkembangan PAUD sudah sangat menggembirakan. Lembaga ini tak sekadar bergelut di dunia pengajaran, tapi mulai merambah menjadi kader desa yang melakukan pendampingan masyarakat dan inovasi desa. Himpaudi di Kabupaten Subang memiliki program yang cukup luas, mulai dari pendidikan berbasis masyarakat, taman bacaan, dan melatih masyarakat, khususnya perempuan, dalam pengolahan pangan.

Kemendesa PDTT seharusnya mengembangkan program untuk menguatkan inisiatif masyarakat di atas demi lahirnya generasi sehat dan cerdas di desa. Kemendesa dapat mendorong desa-desa untuk mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

%d blogger menyukai ini: