Seri Catatan Suroto Guru Koperasi

Sistem Ekonomi Pancasila Harus Jadi Kebijakan Operasional

Sistem demokrasi ekonomi atau sistem ekonomi Pancasila saat ini masih berupa jargon. Dalam prakteknya sistem yang bekerja saat ini sebetulnya sangat kapitalistik. Sehingga masalah kesenjangan sosial ekonomi dan masalah ikutan lainya sulit diatasi.

Konstitusi kita menganut sistem demokrasi ekonomi, tapi dalam keseharian sesungguhnya kita terjebak dalam praktek sistem ekonomi kapitalistik. Untuk itu perlu perombakan secara struktural.

Kita masih suka dengan jargon-jargon yang tidak operasional. Sementara di negara lain sudah berdebat bagaimana memutakhirkan praktek demokrasi ekonomi.

Contohnya adalah di Amerika Serikat, di negara ini konsep Kepemilikkan saham oleh pekerja sudah diterapkan jadi Undang-Undang sejak 40 tahun silam, kita wacana saja belum. Disana 13 ribu perusahaan besar telah terapkan model Kepemilikkan buruh dalam skema Employee Share Ownership Plan ( ESOP). Mereka saat ini sedang mengarahkan bagaimana agar saham perusahaan itu didemokratisasi dengan Kepemilikkan pekerja hingga 51 persen.

Di Spanyol, lebih maju lagi, di negara ini praktek Kepemilikkan buruh malahan sudah ada yang sampai 100 persen. Contohnya adalah Mondragon Worker Co-op. Perusahaan terbesar di negara bagian Basque ini adalah perusahaan terbesar disana dengan model dimiliki oleh 80 ribu pekerjanya. Gaji antara Presiden Direkturnya dan buruh dengan jabatan paling bawah hanya 6 kali lipat. Di tempat kita bisa ratusan dan bahkan ribuan kali lipat.

Kalau mau contoh paling dekat tetangga kita Singapura. Di negara ini perusahaan ritel raksasa yang kuasai 63 persen pangsa pasar ritel disana dimiliki oleh para pelanggannya.

Kita sekarang ini sejujurnya sangat tertinggal dalam wacana maupun praktek. Suka dengan jargon dan tidak dalam tindakan. Saya berharap anak-anak muda generasi Milenial saat ini tidak melanggengkan tradisi jargonis ini.

Anak-anak Milenial itu idealis dan rasional jadi harus maju jadi pemimpin yang mampu buat terobosan untuk atasi masalah. Semangat sumpah pemuda yang kita peringati saat ini harus jadi era baru kebangkitan.

Jakarta, 30 Oktober 2017

Suroto
Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis ( AKSES)

%d blogger menyukai ini: