Kabupaten Pangandaran memiliki wilayah pesisir yang berbatasan dengan laut lepas, sehingga kawasan tersebut memiliki potensi di bidang perikanan yang cukup besar, disamping itu  kawasan pesisir pantai  di Kabupaten Pangandaran merupakan kawasan strategis obyek wisata andalan Provinsi Jawa Barat. Kawasan pesisir pantai di kabupaten meliputi pantai madasari, pantai batukaras, pantai batu hiu, pantai keusik luhur, pantai pangandaran, dan pantai karapyak

Desa-desa yang memiliki potensi pesisir pantai di kabupaten pangandaran adalah di kecamatan Cimerak meliputi Desa Ciparanti,Masawah, Legok Jawa, Kertamukti, sedangkan Kecamatan Cijulang desa pesisir adalah Desa Batukaras, Kecamatan Parigi memilki desa pantai Desa Karangjaladri dan Desa Cibenda. Sedang di wilayah timur ada di kecamatan Pangandaran dan Kalipucang.

Ngobrol berama Isak Nelayan Pantai Madasari Desa Masawah Kecamatan Cimerak KabupatenPangandaran

Ngobrol berama Isak Nelayan Pantai Madasari Desa Masawah Kecamatan Cimerak KabupatenPangandaran

Pada kesempatan kunjungan ke beberap desa nelayan di cimerak dan Cijulang kami berdiskusi dengan beberapa nelayan dan pengurus Rukun Nelayan (28/05/2017). Hal menarik tentang kehidupan nelayan di kawasan pantai di dua desa ini, sebagamana dituturkan Isak dan Ono nelayan pantai Madasari, bahwa nelayan di daerahnya pada umumnya tidak bergantung  pada kegiatan sebagai nelayan, tetapi masih aktif mengolah lahan pertanian, di tegaskan oleh Ono Mugiono pengurus Koperasi Desa Masawah bahwa hal tersebut disebabkan  pendeknya musim panen yang hanya berkisar enam bulan, sedangkan bulan lainnya merupakan musim paceklik. Selain bertani beberapa nelayan memiliki kegiatan dalam mengelola kepariwisataan baik menjual jasa sewa perahu atau berdagang.

Bersama Wahyudin Ketua Rukun Nelayan Desa Masawah

Bersama Wahyudin Ketua Rukun Nelayan Desa Masawah

Masyarakat nelayan di setiap desa pesisir di kabupaten Pangandaran terdapat beberapa institusi atau kelembagaan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan pengembangan kapasitas nelayan. Institusi atau kelembagaan tersebut yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUBE); Rukun Nelayan (RN); Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI); Koperasi Nelayan.  Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan organisasi yang dibentuk untuk membuka usaha dari masing-masing kelompok nelayan. KUBE ini bergerak dalam bidang penangkapan ikan, pengolahan ikan, dan pemasaran hasil perikanan, namun tidak semua KUBE dapat berkembang dengan baik. Selain itu dibentuk sebuah institusi baru yaitu Taruna Nelayan atas prakarsa Bupati Pangandaran.

Perumahan Nelayan di Dusun Madasari Desa Masawah Kecamatan Cimerak

Perumahan Nelayan di Dusun Madasari Desa Masawah Kecamatan Cimerak

Para nelayan di kabupaten pangandaran banyak mendapat bantuan  dari Pemerintah yaitu diantaranya perlindungan asuransi, dan bantuan perumahan Nelayan di Dusun Madasari Desa Masawah yang telah dibangun rumah siap huni  sebanyak 104 rumah. Perumahan Nelayan di Desa Masawah tidak semua dihuni oleh Nelayan, beberapa nelayan masih tinggal di perkampungan (lembur). Menurut Wahyudin pengurus Rukun Nelayan Desa Masawah pembangunan perumahan nelayan sangat diperlukan karena banyak nelayan sekitar kawasan pantai yang tinggal dan membuat rumah diatas tanah milik perusahaan dan atau milik negara. Sementara itu Dedi pengurus Rukun Nelayan di Desa Batukaras menuturkan bahwa di Desa Batukaras terdapat 357 orang nelayan dan kurang lebih 20%nya tidak memiliki rumah dan menempati lahan milik negara atau perusahaan.

Bantuan Kapal Nelayan yang mangkrak tidak dapat di manfaatkan oleh Nelayan Madasari

Bantuan Kapal Nelayan yang mangkrak tidak dapat di manfaatkan oleh Nelayan Madasari

Peralatan tangkap ikan yang dipergunakan oleh nelayan Kawasan Pangandaran relatif beraneka ragam seperti dogol, jaring arad, gill net, trammel net, bagan dan pancing rawai. Terkait pelaranagan cantrang, pada umummnya nelayan di pantai selatan di pangandaran tidak mempermasalahkan dan tidak dirugikan dengan kebijakan tersebut, beberapa nelayan hanya keberatan dengan larangan penangkapan lobster, kepetiting dan rajungan.  Nelayan mengeluhkan  kebijakan tersebut karena selama ini menjadi sumber ekonomi nelayan yang cukup menjanjikan, melalui Rukun Nelayan, para nelayan meminta  kejelasan secara rinci terhadap jenis lobster, kepiting, maupun rajungan yang tidak boleh ditangkap.

Para Nelayan di kabupaten Pangandaran banyak mendapat bantuan Pemerintah seperti telah diurai diatas yaitu asuransi dan perumahan nelayan mekipun belum semua nelayan menerima bantuan tersebut.  Disampaikan oleh Ono Nelayan Madasari  terdapat juga bantuan kapal untuk nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, tetapi bantuan kapal tersebut mangkrak tidak bisa dimanfaatkan oleh nelayan dikawasan madasari karena tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nelayan di pantai Madasari. Kapal bantuan Pemerintah memiliki ukuran besar dan membutuhkan tempat sandaran yang sesuai dan membutuhkan lebih banyak orang untuk mendorongnya pada saat melabuh. Menurut Ono, pemerintah seharusnya mengkaji dulu kebutuhankapal sesuai dengan kondisi dan kehidupan sosial setempat, bantuan pemerintah seyogyanya melibatkan nelayan dalam menentukan kebutuhannya pada proses perencanaan, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pangandaran harus memahami kondisi nelayan kehidupan Nelayan di kabupaten Pagandaran.

Situasi di Tempat pelelangan Ikan di Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Pangandaran

Situasi di Tempat pelelangan Ikan di Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Pangandaran

Dibeberapa Tempat Pelelangan Ikan baik di Madasari maupun Batukaras terdapat beberapa permasalahan terkait penjualan hasil tangkapan ikan diantaranya : masih ada penjualan hasil tangkapan yang tidak dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), terbatasnya bakul dan kemampuan modal  Bakul di TPI serta pada saat musim panen besar banyak hasil tangkapan terpaksa dijual murah. Menurut Ono Mugiono Ketua Koperasi Nelayan Desa Madasari persoalan Bakul ikan menjadi penyebab kredit macet pada kegiatan Simpan Pinjam di Unit Usaha Koperasi yang dikelola. Selanjutnya Ono Mugiono menyarankan perlu adanya penyediaan tempat penyimpanan ikan agar bertahan lama serta perlunya dukungan Pemerrintah desa dan Kabupaten untuk meningkatkan kapasitas keluarga nelayan terutama ibu-ibu untuk membuat pengolahan pasca panen, terlebih desa-desanelayan di Madasari, Legok Jawa, Batukaras merupakan obyeek pengembangan wisata baru yang potensial.

Dalam pengelolaan Kawasan  Desa Wisata di dua desa ini yaitu Desa Masawah dan Desa Batukaras terdapat beberapa permasalahan yang kurang melibatkan peran masyarakat Nelayan di kawasan Desa Wisata. Menurut Ono Mugiono dan Dede Hadi Pemerintah Desa melalui BUMDes seharusnya bisa menjawab permasalahan yang dihadapi nelayan dan koperasi nelayan. Terlebih Koperasi Nelayan juga berkontribusi dalam penerimaan pendapatan Desa sebesar 0.5 % dari retribusi hasil tangkapan ikan sebesar 11%.  Di Koperasi Nelayan Purwabasi Desa Masawah Retribuasi hasil tangkapan digunakan untuk tabungan resiko nelayan, dan dana kematian.

Bersama Dedi Rukun Nelayan Desa Batukaras di Sekretariat HSNI Batukaras

Bersama Dedi Rukun Nelayan Desa Batukaras di Sekretariat HSNI Batukaras

Para Nelayan di kawasan pantai Madasari, Legok Jawa dan Batukaras berharap Pemerintah Desa bisa mengajak para nelayan untuk terlibat aktif dalam perencanaan pembangunan desa, sehingga permasalahan-permaslahanyang dihadapi nelayan dapat difasilitasi dalam perencanaan pembangunan desa, seperti pembuatan tambatan perahu, pembuatan TPI, dukungan penguatan kelembagaan nelayan untuk pemasaran dan pengolahan paska panen serta terkait pengembangan Desa Wisata. Menurut Ono Mugiono Pembangunan Kawasan Wisata di Madasari harus terintegrasi dengan kehidupan dan kebutuhan nelayan, sehingga masyarakat nelayan tidak menjadi penonton.

Bersama Ono Mugiono Ketua Koperassi Nelayan Desa Masawah Cimerak di perumahan Nelayan Madasari

Bersama Ono Mugiono Ketua Koperassi Nelayan Desa Masawah Cimerak di perumahan Nelayan Madasari

 

%d blogger menyukai ini: