20170428_135158

Yossy Suparyo berbagi open knowledge sebagai model transformasi Pustikom ke Politeknik berbasis Community Center, bersama Dida Saeful Hidayat di Sekretariat Pustikom Persada Sukabumi 28 April 2017

Sejak diinisiasi Asosiasi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kecamatan Kalapanunggal dan Kabandungan Kabupaten Sukabumi pada tahun 2006 dengan sebutan Barisan Kader Desa (Barikade), telah banyak melahirkan gagasan-gagasan yang dibidani dalam rangkaian diskusi panjang, diskusi ala masyarakat desa, melalui obrolan santai tapi serius. Isep Septiyan adalah inisiator Pustikom Persada sebuah lembaga kursus yang berciri pemberdayaan dan berfungsi menjadi community center yang mendorong keterlibatan multi-pihak dalam mengembangkan visi dan misi Pustikom Persada.

IMG-20170429-WA0001

Diskusi Fasilitasi Bank Sampah bersama Yossy Suparyo, Pendamping Desa Bersama Direktur Pustikom Persada Isep Septiyan

Pemberdayaan di Desa tidak boleh berhenti, demikian tutur Isep Septiyan, sebab Pemberdayaan masyarakat Desa pada dasarnya adalah sebuah bagian dari proses transformasi sosial yang digerakkan dari, oleh, untuk  warga desa,  yang mampu melakuka npembaharuan yang menggerakan pembangunan di desa secara utuh. Para Barisan Kader Desa yang dikomandani Isep Septiyan telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam rangka melaksanakan visi pemberdayaan masyarakat untuk menjadi masyarakat  yang kuat dan mandiri.

20170428_204023

Pembekalan TIK untuk Kaderisasi Instruktur Muda di Pustikom Persada Sukabumi

Pustikom Persada lahir sebagai gagasan kolektif pada pelaksanaannya disupport oleh PT. Cevron Geo Thermal Gunung Salak dan SMK Nurul Bayan, dalam hal ini  Dida Saeful Hidayat adalah “The Man Behind The Gun”  yang merancang strategoi dan taktik pengembangan lembaga.  Pustikom Persada memiliki porto polio dalam turut mengembangkan Desa dan Informasi Teknologi, melalui Workshop, Lokakarya, Seminar, Pendidikan dan Pelatihan, program magang, serta event-event lainnya.

Bersama Yossy Suparyo dari Pokja Masyarakat Sipil Kemendesa,PDTT hari Jumat, 28/04/2017 bertempat di Gedung Pustikom Persada, Yossy Suparyo bersama ketua Yayasan Persada Dida Saeful Hidayat berdiskusi tentang transformasi pengembangan Pustikom Persada menjadi Politeknik yang tetap berbasis Community Center. Yossy Suparyo berbagi tentang model pengelolaan kurikulum dengan open knowledge untuk pengembangan pendidikan berbasis pengetahuan dan kebutuhan komunitas, masyarakat desa, dan pemerintahan Desa.

Pustikom Persada saat ini menjadi Community Center “Pusat Kemasyarakatan”,  tempat kegiatan, belajar, berbagi, konsultasi tentang kegiatan pembangunan, kemasyarakatan, pengembangan usaha, dan pemberdayaan dengan basis layanan Informasi dan Teknologi. Saat ini Pustikom Persada sedang mendisgn program kemitraan dengan PT. Cevron Geo Thermal paska akuisisi Pengelolaan Panas Bumi Gunung Salak.  Pustikom Persada menjadi mitra strategis program Coporate Social Responsibility (CSR), karena Pustikom mengembangkan jejaring ditingkat basis sebagai benefeceris dan Jejaring dengan berbagai NGO/LSM, Kementerian/Lembaga, Pemda, Perguruan Tinggi dan lainnya. Inilah modal sosial yang akan dibangun dalam mengembangkan Pustikom menjadi wadah kolektif komunitas dan masyarakat di Kawasan Gunung Salak.

Menurut Dida Saeful Hidayat, Perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah program yang mengimplementasikan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat luas. Cevron memandang CSR bagian penting dari strategi perencanaan perusahaan, sehingga CSR harus direncanakan secara baik dan benar agar tidak hanya memberikan nilai tambah bagi stakeholder dan kemitraannya, tetapi berperan penting dalam meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan di masa yang akan datang. Dan sebagai perusahaan yang berkaliber Internasional Cevron Geo Thermal Salak mengimplementasikan CSR secara komprehensif agar berhasil mencapai dan mempertahankan PROPER Hijau dan Emas. PROPER adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan yang dikembangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) sejak tahun 1995 guna mendorong perusahaan meningkatkan pengelolaan lingkungannya.

Selanjutnya Dida Saeful Hidayat, menegaskan kewajiban bagi perusahaan untuk melakukan kegiatan-kegiatan CSR sebagaimana UU 40 Tahun 2007 pasal 74 tentang Perseroan Terbatas.  Pada Ayat 1 menyatakan perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Ayat 2 berbunyi tanggung jawab sosial dan lingkungan itu merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memerhatikan kepatutan dan kewajaran.

Pustikom Persada sebagai mitra CSR PT Cevron Geo Thermal Salak, dengan jaringan komunitas akar rumput, tengah dan terus bersinergi dengan berbagai pihak mendukung program CSR, seperti Pengelolaan Air Bersih, Pengelolaan Lingkungan, Pengelolaan Sampah melalui Bank Sampah dan pengembangan Ekonomi Masyarakat berwawasan lingkungan melalui Bank Muamalat wa Tamwil (BMT).

 

%d blogger menyukai ini: