erani
Sahabat-sahabat pendamping desa yang budiman, tiap perjuangan pasti berkawan dengan aneka rintangan.

Langkah tapak kaki selalu dipenuhi duri. Kerap kita harus menginjaknya, bahkan berkali-kali. Amal kebajikan tak selalu membuat seluruh pihak riang, apalagi bagi mereka yang seluruh pikiran dan hatinya diselimuti kebencian. Tapi, kita paham bahwa pejuang sejati berbuat tidak berdasarkan harapan pujian atau ancaman, tapi oleh hasrat pengabdian.
Ucapan seseorang boleh membalik atau meniadakan pekerjaan, tapi jejak amal tak pernah bisa dipinggirkan. Yakin saja, tiap perbuatan (baik) pasti akan memunculkan energi kekuatan: tangan-tangan tak tampak berayun di belakang.

Dengan kesadaran penuh mari disadari bahwa kejuangan dan kematangan kita diuji oleh kesulitan, bukan kemudahan. Jawab tiap cemooh tidak dengan lisan, namun tegakkan dengan perbuatan.

Kita sedang melakoni perjalanan jauh dan terjal, itulah alasan kita mesti bergandengan tangan. Sepatu boleh lusuh dan sobek, tapi kita bertekad untuk tidak lembek. Pengabdi adalah kumpulan para pemenang, bukan pecundang. Insya Allah kita selalu dalam lindunganNya. Selamat berjuang, saudaraku. Sekuat-kuatnya, sehormat-hormatnya.

29 Desember 2016

Ahmad Erani Yustika

%d blogger menyukai ini: