20170421_095835

Gula Semut di gudang Agri Berdikari Kebumen

Gula Semut atau brown sugar saat ini menjadi salah satu produk unggulan yang berasal dari kelapa, gula semut diperoleh  dengan memanfaatkan Nira kelapa atau Gula kelapa, kemudian diproses menjadi gula semut. Saat ini permintaan gula semut cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan industri rumah tangga untuk campuran produk minuman jahe, kopi instan, serta minuman tradisional lainnya seperti wedang secang, bajigur, dll.  Hampir kebanyakan produk-produk bahan baku minuman bahkan makanan menggunakan gula semut sebagai bahan baku.

20170420_114012

Produksi gula semut oleh salahsatu petani di petani di Desa Wanadadi Kec. Buayan Kebumen

Salah satu penghasil gula semut adalah Desa Wonodadi kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen, di desa ini terdapat 36 petani kelapa “penderes” yang telah mendapat sertifikasi organik oleh CV. Agro Berdikari, sebuah perusahaan yang memiliki konsentrasi dalam mengembangkan produk gula semut dengan pendekatan pemberdayaan dan melakukan edukasi secara intensif pada petani dan pengepul untuk mendapatkan kualitas gula semut bersertifikat organik. Menurut Hartanto Wicaksono Direktur CV. Agro Berdikari, kegiatan usaha yang dikembangkan tidak sebatas menampung gula semut untuk dijual ke buyer/pembeli, tetapi mengembangkan edukasi untuk menciptakan kesadaran petani dan pengepul dalam menghasilkan produk berkualitas, berkelanjutan, dan membangun kewirausahaan sosial di Desa.

20170420_122456

Kondisi dapur pengolahan gula semut yang sudah di keramik untuk memenuhi standar kebersihan produksi

Pada saat kunjungan inspeksi dan sertifikasi pada petani di Desa Wonodadi bersama Tim Agro Berdikari, Rabu (19/04/2017) kami melakukan kunjungan ke beberapa petani dan pengepul, ternyata luar biasa, model pemberdayaan yang dilakukan CV. Agro Berdikari melalui pendampingan yang intensif, nampak terlihat dari hasil kunjungan ke petani kami menemukan kesadaran petani untuk menjaga kualitas produksi, salahsatunya adalah dapur higienis dengan lantai kerami, kesadaran membuat dinding dan lantai keramik dibiayai secara mandiri dari petani, padahal sebelum dilakukan pendampingan gula semut, kebanyakan dapur pengolahan masih berlantai tanah dan berdebu.

20170420_115417

Salah satu Kegiatan inspeksi untuk sertifikasi produksi gula semut oleh Sanim dari Agri Berdikari

Parmin dan Sanim yang berlatar belakang “penderes nira” petani kelapa sangat intensif mendampingi petani dan juga pengepul, setiap permasalahan petani, mulai tehnik pembuatan laru, sebagai pengawet alami serta menurunkan nira sebanyak 2 kali sehari terus diedukasi untuk mendapatkan kualias nira dan gula semut yang baik, hingga pada proses pengolahan. Proses Sertifikasi yang dilakukan oleh CV. Agro Berdikari dilakukan setiap tahun. Pada setiap dapur pengelolaan gula semut ditempel SOP pengolahan gula semut serta dapur dalam kondisi bersih dan higienis, terlihat beberapa petani dengan kesadaran pribadi membuat lantai dapur dengan keramik.

20170420_124535

Diskusi tentang berbagai kendala usaha gula semut di salahsatu rumah petani

Alasan petani membuat Gula semut atau Brown Sugar menjadi pilihan dibanding gula merah cetak, karena produksi gula semut lebih memberikan keuntungan, menurut Diman petani di Wonodadi, pembuatan gula cetak pada umumnya tidak organik karena dibuat dengan campuran bahan non organik agar gula lebih padat. Selain itu gula semut saat ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat dan UKM untuk bahan baku produk minuman tradisional kemasa, terdapat beberapa keuntungan gula semut saat ini menurut Hartanto Wicaksono antara lain adalah:

  • Bentuknya kristal dan mudah terlarut.
  • Gula semut dapat ditambahkan dalam berbagai macam flavoring agent alami diantaranya jahe, kencur, temulawak sehingga dapat digunakan sebagai bahan minuman alami.
  • Nilai ekonomisnya lebih tinggi dan memiliki aroma yang khas.
  • Gula semut memiliki umur simpan yang lebih panjang (dengan kadar air 2-3% dengan pengemasan yang tertutup rapat).

Usaha gula semut dapat memberikan daya ungkit kesejahteraan masyarakat terutama petani, rata-rata petani menghasilkan produk gula semut mencapai 7-10 kilogram perhari. Sehingga potensi pendapatan gula semut oleh petani bisa mencapai 2,5 juta hingga 3 juta lebih perbulan. Hal tersebut dituturkan Naryo seorang petani di Desa Wonodadi. Gula semut bisa menjadi harapan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sambung bu Naryo.

20170421_101024

Persiapan pengiriman gula semut ke eksportir

Model bisnis yang dibangun CV. Agro Berdikari adalah membangun kemitraan usaha bersama antara petani, pengepul dan CV. Agro Berdikari. Semua pihak berperan untuk saling memberikan keuntungan, para pendamping PT. Agro Berdikari saat ini memfasilitasi petani melalui wadah koperasi. PT. Agro Berdikari saat ini membina petani di beberapa desa di Kebumen antara lain Desa Wonodadi kec. Buayan, Desa Wonoarjo dan Desa Gianti Kec. Rowokele, Desa Kalipoh Kec. Ayah dan beberapa desa di kecamatan lain.

Produksi yang dihasilkan dibeberapa desa adalah Desa Wonodadi dapat memproduksi gula semut mencapai 6 ton perbulan, Desa Kali Po mencapai 10 ton, Desa Rangkah mencapai 2 Ton, untuk rataan produk gula semut di kabupaten Kebumen mencapai 15 ton. Hasil produksi ditampung di gudang CV. Agro Berdikari untuk dilakukan pengovenan, penyortiran, dan pengemasan. Buyer yang menjadi mitra PT. Agri Berdikari pada umumnya adalah eksportir untuk memenuhi pangsa pasar luar negeri, permintaan pasar dalam negeri masih sedikit, tutur Hartanto.

Produksi Gula semut sangat menjanjikan dan memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha, diharapkan desa melalui Bumdesa dapat memperkuat rantai bisnis sehingga dapat berbagi peran untuk memperkuat kelembagaan petani maupun kelembagaan modal di desa. Pemerintah Daerah diharapkan dapat melakukan pembinaan, pelatihan-pelatihan, mendorong promosi serta tetap mengedepankan model bisnis gula semut sebagai bentuk kewirausahaan sosial dan bentuk pemberdayaan petani, serta memahami keunikan model bisnis gula semut.