Jatibarang,  pendampingdesa.or.id  – Puluhan pendamping desa di Kabupaten Brebes dalam rapat kerja bulanan menyatakan sepakat dukung Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang di canangkan Pemerintah Kabupaten Brebes, pasalnya gerakan ini sangat mulia dan nantinya bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan juga mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) ungkap Ahmad Munsip Maksudi salah satu Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Brebes di aula Kecamatan Jatibarang, senin (9/10/2017).

Munsip menambahkan, GKB yang disampaikan secara detail dari Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Kabupaten Brebes Bahrul Ulum, sangatlah sejalan dengan amanat Peraturan Menteri No. 19 tahun 2017 dimana ada prioritas berdasarkan asas pemanfaatannya yakni meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan dan kebudayaan.

” Mengembalikan anak tidak sekolah ke sekolah, berarti ada hak anak yang dipenuhi, anak juga punya hak dalam dana desa, apalagi jika anggaran ini bisa menjadi daya ungkit dalam penyelesaian dan berkontribusi bagi daerah terutama IPM, maka sudah selayaknya kita dukung, rambu-rambu aturan pun harus tetap dipegang sesuai dengan regulasi yang ada,” ungkapnya kepada peserta.

Sementara itu, Ketua FMPP menerangkan, bahwa gerakan kembali bersekolah itu sebagai suatu gerakan masyarakat yang perlu keterlibatan semua pihak. ” semua komponen harus bangkit dan mau berupaya dalam mengembalikan anak ke sekolah, jika ditemukan ada anak di lingkungan anda atau sekitarnya, segera laporkan ke Pemerintahan Desa atau ke FMPP Desa, selanjutnya Desa segera menindaklanjuti dengan membuat surat permohonan rekomendasi kepada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat, rekomendasi ini dibawa kembali ke tujuan sekolah yang diminta anak tersebut,” terangnya.

Kepala desa di dalam mengajukan permohonan diharapkan melampirkan identitas anak, fc ijasah terakhir bagi yang tidak lanjut, rapot bagi yang putus sekolah, fc kartu keluarga, termasuk surat pernyataan dari pihak orangtuanya bahwa siap memastikan anaknya bersekolah.

” Proses pengembalian anak ini, untuk sementara berasal dari donasi yang tidak mengikat baik itu dari Dunia Usaha, Infaq Jariyah para donatur yang dikirim lewat rekening FMPP Kabupaten, selanjutnya Pengurus FMPP mencairkan berdasarkan data yang dilaporkan dari FMPP Kecamatan berdasarkan by name by addres, besarannya disesuaikan dengan kebutuhan anak sekolah,” imbuhnya.

Ulum berharap, karena sumber pembiayaan yang di FMPP Kabupaten belum maksimal, diharapkan ada dukungan dari semua pihak agar gerakan pengembalian sekolah ini bisa ada regulasi dan mendapatkan perhatian di alokasi anggaran daerah atau dana desa sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada.

Sampai dengan 9 oktober sudah ada 579 anak dikembalikan ke sekolah, diperkirakan naik terus seiring jalur non formal belum di gerakan.

Sumber (Baru Ulum-CBMNews-Net)

%d blogger menyukai ini: