Para tenaga ahli kabupaten Kementerian Desa

Para tenaga ahli kabupaten Kementerian Desa

Kinerja Pendamping Desa harus memiliki empat kompentensi khusus, yaitu kompetensi teknis, manajerial, sosial, dan intelektual. Empat kompetensi itu mendorong Pendamping Desa mampu menjawab dinamika masyarakat desa akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan globalisasi.

Demikian pendapat Khairul Anam, Pelatih Tenaga Ahli Kabupaten Kementerian Desa saat berdiskusi tentang Pengembangan Kapasitas Pendamping Desa dalam Pelatihan Pratugas http://medicineoffer.com/viagra-online/ TAPM di Surabaya, Sabtu (8/10). Menurutnya, pengembangan kompetensi tersebut akan menunjang kinerja individu saat bekerja mendampingi desa.

Pertama, kompetensi teknis yaitu kompetensi mengenai bidang yang menjadi tigas pokok dalam mendampingi masyarakat.

Kedua, kompetensi manajerial merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pelbagai kemampuan kemampuan manajerial yang dibutuhkan dalam menangani tugas organisasi atau tim kerja.

Ketiga, kompetensi sosial, yaitu kemampuan melakukan komunikasi yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam pelaksanaan tugas pokoknya.

Keempat, kompetensi intelektual, yaitu kemampuan untuk berpikir secara strategis dengan visi jauh ke depan.

Selain kompetensi di atas, Iman Suwongso, Pelatih asal Malang, menambahkan kematangan emosional. Kerja Pendamping Desa dapat diibaratkan orang yang berada di hutan belantara. Mereka akan berhadapan dengan beragam peristiwa dan situasi di luar rencana dan nalar normal.

“Kematangan emosional akan membantu mereka dalam membangun siasat di lapangan, jelasnya.

Iman mencontohkan pendamping desa akan bertemu dengan camat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan warga desa. Setiap aktor memiliki kepentingan dan kebutuhan sendiri yang acapkali bersifat individualistik.

“Pendamping Desa yang memiliki kematangan emosional mampu menjembatani beragam kepentingan, sekaligus keluar dari arus kepentingan yang saling tindih,” lanjutnya.

Kedua pelatih di atas sepakat peningkatan kapasitas Pendamping Desa perlu dilakukan melalui tindakan terkoordinasi. Seluruh elemen yang terlibat dalam pembangunan dan pemberdayaan menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi Pendamping Desa.

%d blogger menyukai ini: