Kunjungan Pokja Desa, Yossy Suparyo, di Lurie sae Farm Desa Kebon Gunung, Loano, Purworejo

Kunjungan Pokja Desa, Yossy Suparyo, di Lurie sae Farm Desa Kebon Gunung, Loano, Purworejo

Usaha untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi di perdesaan semakin urgen. Pertumbuhan ekonomi di wilayah rural membutuhkan lingkungan yang mendukung iklim kewirausahaan. Terlebih, program prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi fokus untuk menguatkan fondasi ekonomi desa, seperti one village one product (ovop) dan badan usaha milik desa.

Demikian pendapat Anggota Kelompok Kerja Masyarakat Sipil (Pokja Desa) Kementerian Desa PDTT, Yossy Suparyo, di Lurie Sae, Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, Purworejo, Senin (16/5). Menurutnya, aliran dana ke desa, baik Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD), musti dialokasikan untuk mendukung tumbuhnya wirausaha desa.

“Program inkubasi usaha perlu dipertimbangkan. Tingkatkan jumlah wirausaha di desa dengan pelatihan dan pendampingan. Kantor desa jangan hanya untuk layanan administrasi, dia harus bisa berfungsi seperti kamar dagang dan industri di tingkat desa,” jelasnya.

Lurisae Farm mampu mengukir sejarah kejuaraan kontes Kambing Ettawa pada even skala nasional maupun tingkat daerah. Selain itu, peternakan ini mampu memproduksi susu kambing secara rutin. Susu kambing sangat baik dikonsumsi oleh semua usia, bahkan secara nutrisi susu ini memiliki sejumlah keunggulan yang mencolok. Tak heran, susu kambing sering dianjurkan untuk dikonsumsi oleh bayi, perempuan hamil, ibu menyusui, dan kelompok lanjut usia.

Yossy mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Kebon Gunung dalam mengembangkan program usaha produktif di wilayahnya. Peternakan Lurie Sae mampu menjadi laboratorium peternakan kambing terpadu. Kini, Pemerintah Desa Kebon Gunung terus mendorong peternakan serupa di kelompok-kelompok dasawisma.

“Langkah yang diambil Pemdes Kebon Gunung patut dicontoh. Pemerintah menempatkan diri sebagai akselelator usaha produktif warga. Lewat penyebarluasan informasi di internet, Kebon Gunung makin dikenal sebagai desa kambing,” lanjut Yossy.

Pembangunan infrastruktur harus memperhatikan pola produksi masyarakat. Prioritaskan pembangunan infrastruktur yang mendukung kelangsungan usaha-usaha warga.