_20161114_070338

Memasuki pertengahan November, angka curah hujan terus meningkat. Akibatnya, ketersediaan sayuran segar di pasar-pasar menurun. Selain itu, akibat curah hujan yang tinggi mutu sayuran terus merosot.

Kelangkaan stok terjadi pada cabe merah, kobis, bawang merah, buncis, dan sawi hijau. Kondisi mulai dikeluhkan sejumlah pedagang di pasar tradisional di Banyumas.

Yanti, salah satu pedagang di Pasar Sangkalputung, Sokaraja berharap penurunan pasokan sayur tak sampai berdampak pada kenaikan harga, Minggu (13/11).

“Tiap pagi hujan, pengiriman stok sayuran agak terganggu. Ada kiriman dari para petani di Sokaraja, namun jumlahnya sangat minim,” jelasnya.

Menurut Yanti, stok sayuran di Pasar Karangpucung masih tergantung pada pasokan dari luar daerah, terutama Banjarnegara dan Wonosobo. Sayuran lokal tidak mampu mencukupi permintaan konsumen.

“Mustinya, permintaan pasar sayur-mayur dapat dipenuhi oleh petani lokal. Namun, jumlah petani sayuran di Banyumas sangat sedikit,” lanjut Yanti.

Sayur-mayur lokal masih menjadi primadona karena lebih segar. Umur sayuran segar sekitar 1-2 hari sehingga kecepatan putaran komoditas sangat penting.

Para petani lokal dapat memanfaatkan faktor kedekatan dengan pasar, mutu sayuran dari luar daerah cenderung merosot akibat jarak dan waktu pengiriman yang lama.

%d blogger menyukai ini: