nanten

Direktur Jenderal P3MD, Prof Dr Ahmad Erani Yustika (kiri) dalam acara Pratugas Pendamping Desa di Provinsi Banten, Minggu (30/10).

“Indonesia tidak akan bercahaya karena obor dari Jakarta, tapi Indonesia akan bersinar karena lilin-lilin yang ada di desa”.

Demikian ungkapan kegelisahan Bung Hatta sebagaimana dikutip dan disampaikan Direktur Jenderal P3MD, Prof Dr Ahmad Erani Yustika dalam acara Pratugas Pendamping Desa di Provinsi Banten, Minggu (30/10). Ungkapan tersebut menyiratkan bahwa masa depan bangsa Indonesia ada ‘ditangan’ desa. Desa hendaknyadiletakan sebagai subjek perubahan mulai dari sektor ekonomi, kesehatan, budaya, pendidikan dan politik.

Lahirnya Undang-Undang Desa menjadi tonggak awal berdirinya kedaulatan desa untuk menentukan masa depannya sendiri menjadi desa yang mandiri dan sejahtera. Desa memiliki kesempatan emas untuk menggali semua potensi, baik potensi alam, sumber daya manusia dan kebudayaan yang ada.

“Kami ingin desa bisa lebih maju. Kami berharap Pendamping Desa bisa saling bekerjasama dengan semua elemen masyarakat demi terwujudnya desa yang kuat dan mandiri,” ujarnya.

Pengarahan yang diberikan Prof Dr Erani Yustika banyak memberikan tambahan energi baru bagi para peserta. Keberagaman latar belakang dari para pendamping menambah motivasi dan energi dalam pendampingan dizona tidak nyaman dalam upaya merubah maindset masyarakat untuk menentukan nasib desa menjadi lebih baik.

Pada kesempatan tersebut pelatihan Pratugas Pendamping Desa di Provinsi Banten dilaksanakan di Hotel Soll Marina Serpong pada tanggal 25 Oktober – 6 November 2016. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan BPPMD Provinsi Banten, Drs Sigid Suwitarto MM . Dia menyampaikan bahwa pelatihan Pratugas di Banten diikuti oleh 203 peserta yang terbagi dalam tujuh kelas dengan rincian lima kelas dilaksanakan di Hotel Soll Marina dan dua kelas dilaksanakan di Hotel Grand Serpong.

Pada pelatihan tersebut hadir dua narasumber yakni Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Provinsi Banten, Ir Erminiwati MSi yang memberikan materi tentang Kebijakan Pokok Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan dilanjutkan penyampaian materi tentang Revolusi Mental yang disampaikan oleh  Dosen Fakultas Hukum Untirta , Lia Riesta Dewi SH MH.

Setelah mengikuti kelas umum di atas, peserta mengikuti pelatihan sesuai dengan jadwal yang  disampaikan oleh pelatih di setiap kelas. Peserta pelatihan sangat semangat dan antusian. Hal ini bisa dilihat dari dinamika kelas yang begitu merata secara kemampuan peserta dalam menyiikapi materi yang disampaikan oleh pelatih. (aries-R42)

%d blogger menyukai ini: