Inisiatif pelatihan bersama tentang SIM UPK oleh Forum UPK Majalengka, Indramayu dan Sumedang

Inisiatif pelatihan bersama tentang SIM UPK oleh Forum UPK Majalengka, Indramayu dan Sumedang, di Hotel Citra Dream Cirebon (2/12/2016).

Pengalaman baik dan buruk selama mengelola dana bergulir di UPK dengan sistem pembukuan manual dan sangat sederhana, telah memberikan pembelajaran penting dan menumbuhkan kesadaran  bersama  para pengurus UPK pentingnya mengunakan sistem dengan dukungan teknologi aplikasi sederhana dan mudah tetapi tetap mempertahankan praktik baik yang sudah ada.

Forum UPK di wilayah Kabupaten Majalengka, Indramayu dan Sumedang berinisiatif membangun sistem informasi bagi UPK, dengan mengadakan Bimbingan Teknis penerapan aplikasi SIM UPK di hotel Citradream kota Cirebon (2/12 2026).

Kegiatan Bimbingan Teknik dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 2-4 desember 2016. Ketua panitia Bimtek Ima Rohima (UPK kec. Sindang Majalengka) menyampaikan bahwa peserta diikuti 17 kecamatan dari 3 kabupaten yaitu Majalengka, Indramayu dan Sumedang.

Asep (UPK Lemahsugih Majalengka) menyampaikan bahwa tidak kata terlambat untuk memulai SIM UPK sebagai alat bantu dalam mengelola dana bergulir. Tim asistensi IT Nurmath Jho menyampaikan sistem dibuat dengan tetap menjaga dan mempertajankan praktik Baik pengelolaan Dana Bergulir oleh UPK PNPM baik format maupun mekanisme sistem pengelolaan perguliran, oleh karena itu pengelolaan dana bergulir UPK sebagai aset masyarakat kecamatan, harus dikelola  dengan sistem yang sederhana, mudah, dan sistemnya dapat dikembangkan sendiri tanpa menciptakan ketergantungan pada pembuat aplikasi.

Wiwi Sulistiawati (UPK Sukahaji Majalengka) menyampaikan manfaat SIM UPK, karena sistem ini menjaga proses praktik baik upk dlm kelola perguliran untuk menghindari perguliran tidak sesuai mekanisme, dan berbagai kekeliruan masa lalu. Sistem betul2 menjaga proses mulai dari proposal perguliran, verifikasi, Evaluasi pendanaan dan penetapan pendanaan. Bila proses dilewati maka proses transaksi perguliranpun ditolak.

Bahkan Baban Sobandi (UPK Rajagaluh) menyampaikan bahwa daftar kelompok dan anggota kelompok UPK sudah teregistrasi dalam database dengan memiliki Nomor Induk Kelompok (NIK) dan anggota kelompok pun teregistrasi dengan berbasis nomor KTP sehingga permasalahan double keanggotaan antar atau pada kelompok, anggota fiktif/titipan bisa dicegah. Dan bagi Kelompok baru tentunya harus memiliki NIK dan di input dalam data data base UPK.

Keuntungan lainnya dari SIM UPK menurut Kholili (UPK Kedokanbunter Indramayu ) adalah bahwa UPK bisa melihat prestasi dan riwayat pinjaman kelompok serta anggota baik trend dan rekam jejak selama pinjam dana dari UPK, hal ini memudahkan UPK dan tim pendanaan untuk melakukan evaluasi perguliran.

“Mari kita cegah fraud dgn sistem teknologi. Sukses teman2 UPK Majalengka, Indramayu dan Sumedang.”

%d blogger menyukai ini: