arief setyabudi team leader knpp kementerian desa

Sejumlah artefak sejarah menunjukkan peradaban nenek moyang bangsa Indonesia sangat tinggi. Mereka tak sekadar mewariskan nilai dan peradaban adiluhung, tapi juga genetik sebagai orang-orang hebat pada anak-cucunya.

Demikian pendapat Arief Setyabudi, Team Leader Konsultan Nasional Pengembangan Program (KNPP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Selasa (17/1) di Oemah Gedhe Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

Menurutnya, sebagai pewaris gen orang hebat, kita harus mampu memacu dan memicu beragam inovasi. Ambil contoh, teknologi pengendalian banjir dan sistem pengairan sudah berkembang pada era Kerajaan Tarumanegara.

“Untuk mengendalikan banjir dan irigasi untuk pertanian wilayah Jakarta saat ini, maka Raja Purnawarman menggali sungai Candrabaga yang menghubungkan Sungai Citarum dan Cisadane,” jelas Arief.

Di kawasan Candi Gedong Songo di puncak Gunung Ungaran, kita dapat menyaksikan jalan yang hanya terbuat dari batu yang di tata. Pengetahuan dalam menata batu sangat unik. Batu-batu berbentuk tak beraturan ditata sedemikian rupa sehingga antarbatu saling berkaitan.

“Cara menata batu itu menunjukkan teknologi jalan raya modern telah berkembang di era itu,” tegasnya.

Dalam tata kehidupan masyarakat desa masih berkembang tradisi asli yang menunjukkan pengetahuan dan teknologi yang bersifat turun-temurun. Ada ahli batu, ahli kayu, ahli tempa, ahli patri, termasuk ahli membaca tanda-tanda alam. Kita harus mempertahankan kompetensi itu dari penetrasi kehidupan modern yang serba instan.

%d blogger menyukai ini: