rapat kerja pokja masyarakat sipil kementerian desa 2017

Kelompok Kerja Masyarakat Sipil (Pokja Desa) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menggelar Rapat Kerja 2017, Selasa (7/3). Rapat dilaksanakan di Gedung Utama Lantai 2, Kementerian Desa di Kalibata, Jakarta. Rapat menghasilkan sejumlah program penguatan peran masyarakat dalam tata kelola desa sehingga pembangunan desa semakin partisipatif.

Ketua Pokja Desa, Idham Arsyad, dalam pembukaan rapat menjelaskan keberadaan Pokja Desa di Kementerian Desa PDTT semakin strategis dalam memengaruhi kebijakan. Banyaknya target kementerian membutuhkan cara kerja dan strategi pencapaian yang baru. Pelibatan masyarakat sipil semakin dibutuhkan untuk mewujudkan tata kelola desa yang berdaulat, mandiri, dan demokratis.

“Pengelolaan desa masih didominasi oleh pemerintah desa. Ke depan, Badan Permusyawaratan Desa harus semakin kuat sebagai lembaga legislasi desa. Keterlibatan masyarakat dalam musyawarah desa juga harus makin luas dan berkualitas,” jelasnya.

Bagi Idham, sembilan program Pokja Desa semakin relevan dengan program dan target Kementerian Desa di 2017. Terobosan dan kreativitas Pokja Desa dalam mendorong pencapaian Program Pembaruan Agaria, Desa Ekologi, Desa Adat, Demokratisasi Desa, Lumbung Ekonomi, Gerakan Perempuan Desa, Pelayanan Publik, Desa Inklusi, dan Desa IT.

“Semua anggota Pokja mempresentasikan gerakan masyarakat akar rumput yang luas. Mari kita sinergiskan keterlibatan masyarakat sehingga desa tata kelola semakin demokratis dan partisipatif,” lanjut Idham.

Setelah itu, Pokja Desa diminta Kementerian merancang kanal komunikasi antara desa dan supradesa. Informasi dari desa musti cepat diterima oleh supradesa (kabupaten, provinsi, dan kementerian). Sebaliknya, informasi dari supradesa juga dapat tersebar dan diterima desa secara cepat dan akurat.

“Kebutuhan atas layanan pengaduan dan sharing semakin kuat. Layanan ini harus mampu melayani kebutuhan desa dengan kondisi yang berbeda-beda. Konvergensi media mungkin mampu memfasilitasi gerak infomobilisasi desa,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: