Pertemuan di Kantor Scale UpPekan Baru Riau bersama Komunitas dan NGO Riau dengan Tim P3MD Propinsi dan Kabupaten (21/12/2016)

Pertemuan di Kantor Scale UpPekan Baru Riau bersama Komunitas dan NGO Riau dengan Tim P3MD Propinsi dan Kabupaten (21/12/2016)

Komunitas dan Lembaga Swadaya Masyarakat di Pekan Baru Riau, memang luar biasa,  keterlibatan Lembaga/Komunitas mengatasi permasalahan desa di Riau maupun sumatera terutama terkait lahan, lingkungan dan permasalahan sosial dan kesejahteraan sbg dampak industri perkebunan, tentunya tidak diragukan lagi bagaimana pendampingan yang telah dilakukan.

Disaat sumber daya alam pada umumnya tidak dikuasai warga desa setempat, kedaulatan untuk bangkit menjadi sejahtera hidup didesa, berbalik menjadi bencana dan musibah. Lahan adalah kekayaan/ aset desa yang berharga, karena menjadi sumber kehidupan dan penghidupan di desa, terkait penguasaan lahan baik Riau maupun Indonesia  dihadapkan pada permasalahan yang cukup pelik dan komplek, dan sudah pada taraf mengkhawatirkan sebagai akibat peninggalan masa orde baru yang secara masif dan terstruktur menggerogoti asset negeri di Desa-desa kita.

Teringat sambutan pak Dirjen PPMD pada kesempatan pelatihan pra tugas Pendamping Desa Sumatera Selatan, beliau menyebutkan bahwa saat ini hanya ada 2% penduduk yang menguasai 50% lahan negeri ini. Sungguh memilukan.

Mencermati bebagai persoalan yang diakibatkan permasalahan lahan yang kerap muncul di negeri ini, munculah gagasan yang diinisiasi Hisam Setiawan seorang penggiat Desa sekaligus Relawan TIK untuk membuat sistem aplikasi tentang lahan dan penguasaan lahan di desa.

Lahan adalah  aset dan alat produksi kesejahteraan masyarakat, perlu kiranya untuk diidentifikasi dan didata menjadi database pemerintah desa selanjutnya, dijadikan tools perencanaan pembangunan thematik di desa. Perencanaan pembangunan desa berbasis data lahan.

Hasil diskusi dengan  komunitas dan Lembaga Swadaya Masyarakat di Riau disepakati perlu mengawal dan menguatkan desa secara subtansi bukan sekedar terbatas pada dana APBDesa, Komunitas Hutan Riau, Scale Up Institute, RTIK, Walhi dan HAKIKI. Walhi bersama JKRPP menginisiasi pemetaan partisipatif di Desa Girisako  Kuantan Singingi I, mengumpulkan data sosial bersama masyarakat, dokumen data sosial dan pengambilan titik ordinat, untuk memudahkan batas tata kelola pembangunan dan dalam rangka menjalankan kewenangan desanya.

Suasana diskusi di kantor Scale-Up Pekan baru Riau
Suasana diskusi di kantor Scale-Up Pekan baru Riau

Penggiat Desa sekaligus RTIK  Hisam Setiawan sedang mengembangkan basis aplikasi desa berbasis kepemilikan lahan, yang disebut SIDAK Sistem Informasi Desa dan Kawasan.

Pemanfaatan SIDAK dapat dilakukan sebagai Tools Perencanaan Pembangunan Desa dengan basis data Kepemilikan dan Penguasaan Lahan di Desa. Seperti halnya model tools SIPBM yang diinisiasi UNICEF dijadikan tools perencanaan desa untuk pembangunan bidang pendidikan.

Tata Ruang penggunaan dan pengelolaan lahan di desa pada umumnya tidak terintegrasi dengan Tata Ruang Wilayah Supra Desa, minimnya pengetahuan masyarakat di desa terkait tata ruang salah satu penyebab penggunaan lahan tidak mengacu pada peruntukan tata ruang, sementara itu data kepemilikan lahan di wilayah desa tidak terdokumentasi dengan baik sehingga di perlukan sebuah upaya untuk mendokumentasikan data tersebut menjadi sebuah database milik pemerintah desa yang bisa di akses untuk kepentingan atas perencanaan pembangunan  dan menjadi salah satu bahan untuk analisis tata ruang serta kebijakan desa dalam berdaulat atas wilayahnya.

Salah satu metoda pengumpulan data kepemelikan lahan dengan memanfaatkan tools Aplikasi Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDAK) yang menyediakan fitur untuk warga dan pemerintah desa mengumpulkan dan menganalisis kepemilikan (peguasaan) lahan, status kelola lahan serta luasan lahan yang di miliki oleh masyarakat desa maupun masyarakat dari luar.

Data kepemilikan lahan yang terdokumentasi dengan baik, serta persentase prioritas masyarakat yang bergantung pada kepemilikan lahan diharapkan mampu menjadi bahan analisis untuk melihat sejauh mana daya dukung wilayah desa untuk memfasilitasi keberlanjutan kehidupan masyarakat dan pembangunan wilayah desa. Dan tentunya dapat dijadikan isue dan gerakan bersama untuk warga desa dan pemerintah desa dalam menentukan kibijakan perencanaan tata ruang wilayah desa.

Foto bersama Kepala Balai Pelatihan Masyarakat Regional Sumatera Bapak Sofyan Hanafi dengan RTIK dan Tim KPW Propinsi Riau
Foto bersama Kepala Balai Pelatihan Masyarakat Regional Sumatera Bapak Sofyan Hanafi dengan RTIK dan Tim KPW Propinsi Riau

Selain SIDAK,  RTIK Riau yang selama ini aktif mendampingi desa wonosari, desa sepahat, desa harapan jaya, dll, bekerjasama dengan Balai Pelatihan Masyarakat (Balatmas) Regional Sumatera untuk membangun Portal Desa sebagai jejaring kominikasi dan informasi Desa-Desa di Riau. Sofyan Hanafi selaku Kepala Balai Pelatihan Masyarakat Regional Sumatera mengajak semua pihak bersinergi membangun mimpi desa menjadi kenyataan.

Dalam hal pengembangan promosi dan penguatan potensi desa, serta mengembangkan pemasaran produk-produk desa untuk meningkiatkan perekonomian masyarakat desa di Riau, RTIK Riau membuat media flatform berbasis on-line dengan  teknologi website dan android melalui Kedaidesa.id.

%d blogger menyukai ini: