Kita Tidak Butuh Gotong Royong! Sebuah otokritik, terhadap model dan konsep korporasi yang menusuk jantung pertahanan Nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia.

Apakah omong kosong paling besar yang paling populer dari bangsa ini? Adalah gotong royong!. Bung Karno sendiri pasti sedih ketika mengetahui bangsa ini hanya jadikan gotong royong, eka sila, satu sila dari hasil perasan Pancasila itu hanya jadi omong kosong belaka dari bangsa ini.

Gotong royong, artinya setiap anak bangsa ini diharap mau mengangkat beban bersama-sama. Itu artinya setiap bebanmu, ya kamuh…..adalah beban bagiku, bagi yang lainya. Kita gotong secara royongan…bersama sama agar beban hidup anak bangsa lainya menjadi lebih ringan. Ringan sama kita jinjing dan berat sama kita pikul. Itulah gotong royong….. Agar satu anak bangsa yang satu tidak meringis sendirian menahan lapar, maka kita harus bisa berbagi rejeki.

Jangan kangkangi penghasilan itu menjadi milik sendiri, untuk diri keluarga sendiri dan juga kelompok sendiri. Agar anak bangsa ini bisa cukup sandang, punya papan maka jangan kamu anggap bahwa mereka warga bangsa yang miskin papa dan tak berdaya menanggungnya sendiri.

Gotong royong itu artinya adalah berbagi….ada solidariti….ada rasa iba dan rasa kemanusiaan kita dalam hidup sehari-hari… Kalau bangsa ini mau bergotong royong, maka tak akan ada anak kecil mengais makan dari tong sampah dan kedinginan menggigil sendiri melewatkan malam dingin di emperan toko-tokomu.

Kalau kamu praktekkan gotong royong tak akan kamu ambil gaji hingga puluhan milyaran sementara gaji karyawan seperti ob, satpam kamu biarkan hanya umr-an dan masih dipotong oursoursingan hingga sepertiga dsri gaji mereka….. Kalau kamu praktekkan gotong royong tak akan ada satu orang anak bangsa ini yang kakangi tanah hingga 5 juta hektar sementara jutaan orang warga negara tak punya tanah sejengkalpun jua.

Kalau bangsa ini praktekkan gotong royong tak akan ada mereka yang berpesta pora hamburkan makan dan minuman hingga ratusan milyard untuk pesta pernikahan sementara banyak buruh-buruh di tempat mereka kerja di pabrik-pabrik menderita karena gaji tak lagi mencukupi hidup sehari-hari.

Kalau gotong royong kamu tak akan serakah menggusur mereka yang tinggal di bantaran kali. Membabat hutan, mengalienasi mereka yang ada di hutan tempat nenek moyang mereka menggantungkan hidup sehari-hari.

Kalau kamu praktekkan gotong royong tak akan ada anak negeri dari negeri gemah ripah loh jinawi ini yang hidup terus dibodohi, dikadali…..oleh segelintir elit bangsa ini.

Kalau gotong royong ada dalam hidup sehari-hari maka kamu tak akan hanya pidatokan statistik pertunbuhan ekonomi semantara tak ada keadilan dalam hidup sehari hari.

Kalau kamu mengerti gotong royong, maka tak akan ada penghisapan manusia atas manusia lain lagi…..

Kalau kamu praktekkan gotong royong pasti kamu bisa mewujudkanya, kamu tak akan meneras pajak bagi yang kecil dan lemah namun kamu bebaskan mereka yang kaya….

Kalau kamu praktekkan gotong royong tak akan tumpuk hartamu untuk membangun istanamu sendiri di luar negeri.

Kalau kamu praktekkan gotong royong maka ekonomi gotong royong seperti koperasi seperti amanat Konstitusi sudah pasti maju pesat tidak seperti saat ini…..kamu tidak membutuhkanya.

Kamu suka simpan uangmu untuk tujuan dilipatgandakan lewat spekulasi….kamu hanya ingin belanjakan uangmu untuk kepuasan nafsumu sendiri…… Kamu tidak butuh gotong royong, kamu hanya butuh hidup sendiri-sendiri….

Jakarta, 18 Agustus 2017

Suroto PH

%d blogger menyukai ini: