Bukit Panyaungan berada dikawasan Bandung Selatan tepatnya berada di daerah perbatasan Desa Nagrak dan Desa Jatisari Kecamatan Cangkuang, Kab. Bandung, Bukit ini bisa menjadi pilihan untuk sejenak melakukan relaksasi dan melepas ketegangan atas berbagai beban tugas rutin, dengan biaya yang sangat murah. Wisata Desa Bukit Panyaungan tidak kalah dengan Tebing Keraton di Bandung Utara.  Dibukit inilah Bupati Bandung Dadang Naser 2 tahun lalu mencanangkan penghijauan dengan melakukan penanaman pohon di Bukit Panyaungan, dalam rangka HPN Hari Pers Nasional yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung. (Pikiran Rakyat, 16/3 2015)

nagrak7

Bersama Dadang Suherman di Bukit Panyaungan Perbatasan Desa Nagrak dan Desa Jatisari Kecamatan Cangkuang Kab. Bandung

Hari Rabu (8/3 2017)  bersama kawan lama saya seorang tokoh masyarakat Desa Nagrak, kami  mengunjungi ke Bukit Panyaungan yang merupakan salah satu potensi kekayaan alam Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang yang menampilkan begitu indahnya pemandangan kota Bandung, yang nampak dilihat jelas kawasan Bandung Selatan, lebih asyik lagi bila dilakukan pada malam hari dengan cuaca yang terang.
Bukit Panyaungan  berada diantara Gunung Tilu Pangalengan yang merupakan “sumber air Citarum”, Gunung Puntang yang menjadi sejarah broadcast Indonesia yaitu pemancar radio pertama. Gunung-gunung tersebut berada diwilayah Bandung Selatan. Dipertemuan wilayah pegunungan ini terdapat pula peninggalan sejarah budaya islam, yang lebih dikenal petilasan Syech Ghorib, namun petilasan ini sudah tidak terawat bahkan nyaris hanya sekedar sebuah cerita.

nagrak5

Bengkel ADUPI (Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia) yang terdapat di Desa Nagrak membuata alat pengolahan limbah plastik.

Adalah Dadang Suherman seorang warga desa Tokoh masyarakat Desa Nagrak, merasa prihatin dengan kondisi lunturnya nilai-nilai sosial budaya, di Desanya. Beliau  memilki kepedulian/perhatian mendalam dalam mengembangkan desanya, menjadi desa yang mampu mengoptimalkan potensi desa sebagai sarana membangun ekonomi masyarakat. Dadang Suherman menyampaikan bahwa dia berharap bersama masyarakat dengan didasari kesadaran cinta pada desa, bukan karena diimingi-imingi “rupiah” ingin mewujudkan sebuah harapan untuk mendorong dan mewujudkan impiannya tentang Desa Nagrak, agar dapat mengembalikan kehidupan BERDESA, mewujudkan kembali nilai-nilai sosial budaya Desa yang pernah hidup dan dijadikan sebagai pondasi membangun mentalitas masyarakat desa, yang tidak mudah digoyahkan nilai-nilai modernitas serta praktek-praktek politik kekuasaan yang didasari “pamrih dan uang”. yang mengakibatkan semakin terpuruknya sendi-sendi kehidupan di masyarakat desa saat ini, seperti budaya gotong royong, dll.

Desa Nagrak, tidak hanya miliki potensi wisata Bukit Panyaungan, di Desa ini terdapat bengkel teknologi pengolahan sampah yang telah dikirim ke beberapa propinsi diluar jawa.  Bengkel ini rupanya binaan kawan lama saya yaitu Ir. Son Son Garsono, mantan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) propinsi Jawa Barat.

Desa Nagrakpun ternyata memiliki sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa. Pengelollaan Air Bersih saat ini pada dibeberapa titik sumber mata air masih dikelola privat/perorangan, pengelolaan air bersih dilakukan dengan cara menjual melalui mobil tanki para distributor penjual Air Isi ulang, sehingga berdampak pada mudah rusaknya infrastruktur jalan Desa yang disebabkan  bobot tonase kendaraan pengangkut air bersih yang lalu lalang melintas di jalan desa tersebut, Menurut Dadang Suherman agar meminimalisir dampak negatif sebaiknya Sumber Air ini dikelola oleh BUMDesa agar memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Warga Desa Nagrak pada umumnya memiliki beragam kegiatan usaha, selain pertanian pada umumnya, juga memiliki usaha menjahit pakaian dan bahkan mendapat kepercayaan makloon dari pabrik-pabrik besar. Disamping itu beberapa warga desa memiliki kegiatan pengolahan hasil panen dan industri rumah tangga. Inilah potensi yang harus dikelola dengan baik oleh Pemerintah Desa, agar menciptkan iklim yang lebih kondusif serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat desa.

Dadang Suherman melihat potensi yang berkembang di masyarakat dan potensi wilayah yg dimiliki Desa seyogyanya bisa dikelola dengan mengembangkan BUMDes ataupun BUMDes Bersama sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat serta mendorong  masyarakat terutama perempuan dan pemuda desa bisa menjadi enterpreneur dan sosialpreneur di Desa.

Selamat Berjuang Kang Dadang Suherman

STJ

%d blogger menyukai ini: