img_20161107_235111

Rusmanto (Sekretaris Desa Wiradadi), Kholidun (Tenaga Ahli Infrastruktur Desa), dan Samsul Hadi (Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna)

Sejumlah Tenaga Ahli Kabupaten Banyumas dan Pemerintah Desa Wiradadi rumuskan strategi kelola informasi pendampingan desa. Praktik-praktik baik pemberdayaan dan pendampingan desa harus menjadi inspirasi bagi desa-desa dalam pelaksanaan pembangunan desa.

Demikian hasil Juguran Wiradadi yang berlangsung pada Senin (7/11) di RT 10 RW 01, Desa Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Juguran merupakan tradisi yang berkembang di Banyumas untuk menunjukkan obrolan santai dengan topik bahasan terarah.

Samsul Hadi, Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna Kabupaten Banyumas berpendapat tradisi juguran dapat menjadi ruang diskusi masyarakat untuk mengurai permasalahan sekaligus mencari jalan keluar yang tepat.

“Kami melihat publikasi kegiatan pembangunan di desa sangat kurang. Pendamping Desa dan Pemerintah Desa perlu mengembangkan strategi publikasi supaya kegiatan pembangunan dapat disebarluaskan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kholidun, Tenaga Ahli Infrastruktur Kabupaten Banyumas. Menurutnya, pemerintah desa sudah berusaha merencanakan kegiatan pembangunan yang tepat dan terukur. Sayang, praktik itu jarang dipublikasikan di media massa.

“Sekolah Teknik Infrastruktur mungkin perlu dirancang secara rinci sehingga kemampuan mereka makin merata. Strategi publikasi pembangunan desa juga perlu dirumuskan,” lanjut Kholidun.

Juguran Desa Wiradadi akan dilanjutkan di desa-desa lainnya. Bagi Sekretaris Desa Wiradadi, Rusmanto, pemerintah tak perlu membuat kegiatan yang rumit.

“Ayo, memanfaatkan tradisi yang sudah berkembang di masyarakat,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: