img-20161206-wa0034

Akhir-akhir ini desa menjelma bak idola. Layaknya artis, topik desa selalu muncul di semua media massa. Pendamping Desa merupakan mandat Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa untuk mewujudkan desa yang kuat dan mandiri.

Untuk meningkatkan mutu Pendamping Desa, Kementerian Desa dan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Pratugas Pendamping Desa. Pelatihan Pratugas sudah diselenggarakan untuk dua gelombang karena jumlah peserta yang banyak. Pelaksana teknis dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Tengah.

Pelatihan Pratugas gelombang II diselenggarakan pada 14-25 November 2016. Acara ini diikuti oleh ratusan Pendamping Desa di tiga hotel berbeda di Semarang, salah satunya kelas 6 di Hotel Setos Semarang. 

“Ora Ono jangka kang iso kajangkah tanpo jumangkah, Yen pengen teko tekan kudu nganggo teken kang tekun ( tidak ada tujuan yang bisa tercapai tanpa melangkah, kalau ingin tercapai harus mempunyai pedoman yang terarah dan tekun),” disampaikan Warsono Joko, salah satu pelatih kepada Pendamping Desa dalam materi Membangun Tim kerja.

Di sesi lain pelatih Suyatno dalam materi peningkatan kapasitas merupakan sebuah proses transformasi dengan berbagi pengalaman dan merumuskan bersama.

“BIla kita berpikir satu tahun ke depan maka semaikanlah bibit. BIla kita berpikir 10 tahun ke depan maka tanamlah pohon. Bila kita berpikir untuk 100 tahun ke depan maka didiklah manusia,” ujar Suyatno.

Penegasan fungsi Pendamping Desa disampaikan oleh Widayanti salah satu pelatih dalam materi Pelayanan Sosial Dasar. Menurutnya, ada tiga unsur pokok yang utama harus didorong oleh Pendamping Desa, yaitu eksekutif/legislatif (Pemerintah Desa dan BPD), masyarakat, dan pihak ketiga (dunia usaha, CSR, UKM, LSM).

Tiga unsur tersebut harus mampu berkoordinasi dan mempunyai visi yang sama untuk permasalahan pelayanan sosial dasar. Karena itu, Pendamping Desa harus terus belajar dan belajar mengikuti perkembangan yang ada.

Acara Pelatihan Pratugas Pendamping Desa dibuka dan ditutup Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Tengah.

%d blogger menyukai ini: