“Nenek Moyangku seorang pelaut”, sungguh tidak berlebihan syair lagu tersebut untuk mengingatkan kembali bahwa memang negara kita adalah negara kepulauan, negara bahari, memiliki garis pantai sepanjang -/+ 81.000 km, sedangkan luas wilayah laut  adalah 64,97% dari total wilayah Indonesia, hal tersebut berdasarkan  data menurut BPS dan Data Kementrian Kelautan dan Perikanan, menunjukan bahwa

  • Luas Daratan = 1.910.931,32 km² (kemendagri, Mei 2010)
  • Luas Lautan = 3.544.743,9 km² (UNCLOS 1982) terdiri dari:
    1. Luas Laut Teritorial = 284.210,90 km²
    2. Luas Zona Ekonomi Ekslusif = 2.981.211,00 km²
    3. Luas Laut 12 Mil = 279.322,00 km²

Berdasarkan sumber dari Wikipedia bahwa Samudra Hindia, Samudra Indonesia atau Samudra India adalah kumpulan air terbesar ketiga di dunia, meliputi sekitar 20% permukaan air Bumi. Di utara dibatasi oleh selatan Asia, di barat oleh Jazirah Arab dan Afrika, di timur oleh Semenangjung melayu, Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, dan Australia,  di selatan oleh Antartika. Samudra ini dipisahkan dengan Samudera Atlantik oleh 20° timur Meridian, dan dengan Samudera Pasifik oleh 147° timur meridian. Samudra Hindia atau Samudra India adalah satu-satunya samudra yang menggunakan nama negara yaitu India.

Indonesia merupakan bagian dari wilayah samudra hindia/India, sehingga masuk kedalam keanggotan Asosiasi Negara-negara Pesisir Samudra Hindia atau Indian Ocean Rim Association (IORA). IORA sudah didirikan sejak 1997. Organisasi ini berdasarkan pada prinsip regionalisme terbuka untuk memperkuat kerja sama ekonomi, khususnya memfasilitasi investasi, promosi, dan pembangunan sosial di kawasan. Markas sekretariat IORA terletak di Ebene, Mauritius.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menerima tamu delegasi Somalia yang mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi IORA 2017                              Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menerima tamu                                                               delegasi Somalia yang mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi IORA 2017 (6/3/2017)                                                               sumber :Tweeter @Ekosandjojo

Tiga menteri luar negeri perempuan yaitu Menlu RI Retno LP Marsudi, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop dan Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afrika Selatan, Maite Nkoana-Mashabane,  memimpin pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (IORA) di Jakarta, Senin (6/3/2017). Kegiatan KTT IORA berlangsung dari tanggal 5-7 Maret 2017.

Menurut Retno pada kompas.com, dipilihnya tiga menteri luar negeri perempuan untuk memimpin KTT IORA, sebagai salah satu bentuk penguatan pemberdayaan wanita. Hal itu sejalan dengan isu Women Empowerment yang akan diangkat sebagai cross cutting issue dalam pelaksanaan konferensi, selain terkait Blue Economy.

Terdapat 21 negara yang menjadi anggota IORA. Sebagian pesertanya adalah negara-negara anggota G20, lima negara adalah anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). sehingga menurut Menlu RI Retno Marsudi melalui Kompas.Com (6/3/2017) “Forum ini sangat penting untuk pertama, menjamin keamanan di lingkar Samudera Hindia. Kedua, menggerakkan potensi ekonomi,”. KTT IORA 2017 dihadiri sekitar 477 orang, meliputi para pemimpin negara, perdana menteri, dan menteri luar negeri, termasuk Presiden Afrika Selatan, Perdana Menteri (PM) Malaysia, PM Australia, Wakil Presiden India, pemimpin Sri Lanka, dan pemimpin Bangladesh.

Informasi berita Infonawacita.com Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam siaran persnya Minggu (5/5). Arief mengungkapkan, pengembangan sektor pariwisata dan konektivitas perlu pembangunan infrastruktur secara berkesinambungan dan merata di seluruh Indonesia, termasuk sepuluh destinasi pariwisata prioritas.

Indonesia menawarkan kepada negara-negara anggota Indian Ocean Rim Assosiciation (IORA) untuk berinvestasi di bidang pariwisata di Indonesia, khususnya untuk sepuluh destinasi wisata prioritas. Sebanyak 10 (sepuluh) destinasi wisata yang ditawarkan tersebut adalah Borobudur, Jawa Tengah, Mandalika Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Bromo-Tengger-Semeru Jawa Timur, Kepulauan Seribu DKI Jakarta, Toba Sumatera Utara, Wakatobi Sulawesi Tenggara, Tanjung Lesung Banten, Morotai Maluku Utara dan Tanjung Kalayang Bangka Belitung.

Berdasarkan pantauan tweeter @Kemendesa, dalam kegiatan pertemuan IORA 2017 yang diikuti oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata RI, @Kemendesa menginformasikab beberapa hal sebagai berikut :

1) Penyampaian @Kemenpar_RI dalam kegiatan Diskusi  IORA 2017, paparkan kerjasama sektor pariwisata dengan negara-negara anggota dan negara mitra IORA. Kementerian Pariwisata menyampaikan masih terbukanya  investasi untuk 10 Bali baru.  Hal itu untuk dukung pariwisata dan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur berkesinambungan dan merata di penjuru nusantara.  Pemerintah menargetkan dapat mengejar 20 juta wisatawan mancanegara pada Tahun 2019. Untuk itu sejumlah regulasi siap dikeluarkan untuk mendukung percepatan program.

IORA 3IORA 1IORA 2

Selain forum bisnis, KTT IORA2017  diisi dengan kegiatan pameran yang mengangkat tema The Great Boyage Indian Ocean.  Pameran di IORA2017 diharapkan memberi informasi dan pemahaman tentang perjalanan sejarah nusantara pada ratusan tahun lalu yang melintasi Samudera Hindia.

Bagi Desa, IORA 2017 seyogyanya menjadi momentum turut mendukung program akselerasi Pemerintah Pusat terkait hasil kesepakatan strtaegis yang dilahirkan oleh KTT IORA 2017 untuk mendukung Blue Economy serta Women Empowerment dalam menggerakan ekonomi di negera-negara anggota IORA.  Untuk mendukung kunjungan 20 Juta Wisatawan ke wilayah pesisir Indonesia, maka Desa dapat mempersiapkan sarana-prasarana juga infrastruktur desa, serta menyiapkan pengelolaan potensi desa, menyiapkan sumberdaya dan tetap menjaga nilai-nilai tradisi budaya sebagai salahsatu kekuatan daya tarik membangun Desa Wisata berbasis Bahari.

STJ

 

 

 

%d blogger menyukai ini: