1 header fmpp3

BERITA PERS GKB Brebes Galang Dana Pendidikan Untuk Anak Ke Sekolah Brebes, 20 September 2017 – Untuk Memastikan Anak Kembali Bersekolah, Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Kabupaten Brebes melakukan Galang Dana Pendidikan dengan melibatkan dunia usaha dan dunia industri di tingkat Lokal, Regional dan Nasional.

Galang Dana ini untuk mendukung upaya pengembalian anak tidak sekolah kembali bersekolah. Dalam kegiatan Gala Diner hari ini, para pengusaha, satuan pendidikan, SKPD, Organisasi Masyarakat dan Media diharapkan mendapatkan kesempatan untuk ikut berperan dalam mendonasikan sebagian dananya untuk membantu anak tersebut supaya tetap mau kembali bersekolah.

Biaya Operasional Sekolah (BOS) kepada anak sebenarnya untuk penyediaan pendanaan biaya operasi non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Sedangkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) diberikan sebagai penanda dan digunakan untuk menjamin serta memastikan seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang KKS untuk mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar bila terdaftar di Sekolah, Madrasah,

Rapat Koordinasi Gerakan KEmbali Ke Sekolah

Rapat Koordinasi Gerakan Kembali Ke Sekolah

Pondok Pesantren, Kelompok Belajar (Kejar Paket A/B/C) atau Lembaga Pelatihan maupun Kursus. Namun pada realitanya, Kartu Indonesia Pintar hanya untuk anak dari keluarga miskin dan rentan, itu pun masih 25 persen dari total 40 persen penduduk yg terdata, bagaimana dengan mereka yang belum terdata dan belum mendapatkan Kartu KIP tersebut dan mereka masuk kategori keluarga miskin dan anaknya tidak sekolah.

Penggalangan Dana melalui GKB ini untuk memperkuat status anak yang tadinya tidak sekolah kemudian mau dikembalikan ke sekolah baik dari tingkat formal maupun non formal. Dana yang terkumpul diperuntukan kepada 1000 anak dengan perincian biaya seragam sekolah, tas sekolah, sepatu anak, alat tulis sekolah, dan biaya transport bagi keluarga yang miskin. Sasaran yang dikembalikan adalah mereka yang usia sekolah umur 7-15 tahun dengan kriteria Belum Sekolah, Putus Sekolah dan Tidak Lanjut. Kebanyakan alasan tidak sekolah menurut data Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) yakni Faktor Ekonomi Keluarga, budaya, motivasi anak itu sendiri, dan jarak sekolah menjadi penyebab selama ini. Kepala Badan Perencanaan,

Penelitian dan Pembangunan Daerah Dr. Angkatno, M.Pd yang didampingi oleh Kabid Pemerintah Sosial dan Budaya (Pemsosbud) mengatakan mengatakan, September 2017 ini, Sepakat mengembalikan 1000 anak tidak sekolah kembali ke sekolah, kontribusi dana yang masuk per kecamatan berkisar 60 anak, ini langkah awal untuk inisiasi pengembalian anak ke sekolah di tahun ini, target kita setelah ada peraturan bupati tentang percepatan tuntas wajar dikdas 9 tahun akan selesai pada tahun 2022, ungkapnya. Baperlitbangda dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga sudah melakukan pendataan lewat SIPBM di 16 Desa di 5 Kecamatan pada tahun 2017 dan menghasilkan data sebanyak 3.454 anak yang tidak sekolah dengan berbagai alasan.

Belum semua desa dilakukan pendataan SIPBM sehingga belum bisa diketahui secara pasti by name by addres secara keseluruhan, komitmen Pemerintah Kabupaten melalui Penganggaran diharapkan ke depan semua desa yang belum didata SIPBM bisa dialokasikan dana terkait pendataan ini, belum lagi tidak semua desa terbentuk Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) untuk mendampingi, dan memastikan anak tersebut tetap bersekolah, imbuhnya.

Target Penggalangan dana lewat Gala Dinner adalah 500.000.000 berasal dari donatur lewat pengisian formulir yang diberikan oleh panitia, dana yang terkumpul akan diperuntukan kepada nasib anak yang tidak sekolah pada tahun ini. GKB juga melakukan penggalangan dana secara online lewat www.kitabisa.com/fmppbrebes untuk mencukupi kebutuhan dana sebesar Rp 2 milyar tersebut.

Peruntukan dana yang dihimpun ini akan diaudit oleh akuntan publik. -selesai- Tentang Gerakan Kembali Bersekolah Pastikan Semua Anak di Usia Sekolah Bersekolah Target GKB : September 2017 mengembalikan 1000 Anak ke Sekolah. Sebuah target yang ideal bagi Pemerintah Kabupaten Brebes memastikan agar semua anak usia sekolah bersekolah. Namun, faktanya masih ada puluhan ribu anak yang tidak bersekolah dan ini tersebar di semua desa yang ada di Kabupaten Brebes.

Sasaran utama anak kembali bersekolah adalah usia 7-15 tahun dengan memenuhi kriteria tidak sekolah dengan alasan, anak tersebut belum pernah sekolah, tidak lanjut dan putus sekolah. Perlu peran serta semua komponen untuk terlibat bersama dalam rangka mengembalikan anak ke sekolah, termasuk keterlibatan dunia usaha dalam mendukung gerakan tersebut. Gerakan Kembali Bersekolah lahir dari keprihatinan elemen masyarakat untuk mewujudkan generasi penerus bangsa menjadi generasi yang cerdas, ceria dan berakhlaqul karimah, memastikan agar wajib belajar 9 tahun di Kabupaten Brebes untuk megenyam jenjang pendidikan yang lebih baik.

Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Kabupaten Brebes terbentuk pada tanggal 10 Juli 2017 dengan SK Bupati dengan tujuan membantu pemerintah dalam mendongrak Indek Pembangunan Manusia (IPM) di bidang Pendidikan serta memutus rantai kemiskinan antar generasi. Gerakan Kembali Bersekolah akan berhasil bila semua pihak mendukung dan ikut berpartisipasi aktif. Gerakan ini akan melakukan aksi pengembalian anak-anak yang putus sekolah (Drop Out), Lulus tidak lanjut dan anak yang belum pernah bersekolah sesuai dengan jenjang mereka agar meraka menuntaskan wajar dikdas 9 tahun.

Gerakan ini terbentuk karena pendidikan merupakan investasi yang sangat penting sebab dengan sumber daya manusia yang pintar dan cerdas maka tidak menjadi beban ganda terutama pemerintah. Gerakan Kembali sekolah terdiri dari keterwakilan organisasi masyarakat ( LP Maarif NU, PC Fatayat, Muhamadiyah, Aisyiyah, Naisyatul Aisyiyah, Dewan Pendidikan, PGRI, FMPP, Kemenag, Dindikpora, Baperlitbangda, Dispermasdes, Kabag Kemiskinan, Kabag Hukum Setda Brebes, Kompak, Camat, Kepala UPT Dindikpora Brebes, Dandim 0713 Brebes, Kapolres Brebes, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri, DPRD Brebes.

%d blogger menyukai ini: