Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) adalah sebuah gerakan masyarakat yang diadopsi pemerintah daerah kabupaten Mamuju, gerakan ini lahir dari prakarsa masyarakat desa, setelah melakukan survey berbasis masyarakat kemudian dianalisis datanya sebagai konsensus masyarakat bersama Pemerintah Desa sebagai dasar penetapan keputusan-keputusan pembangunan di desa.

Data mikro yang diolah berbasis masyarakat dengan menggunakan CSPro sebagai basis aplikasi yang digunakan model SIPBM (Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat) sepenuhnya diolah oleh tim SIPBM di desa, selanjutnya dijadikan tools perencanaan desa, melengkapi dari kebutuhan data makro di desa. Selanjutnya Data di advokasi sebagsi aksi bersama.

Keberhasilan Pemkab Mamuju melaksanakan Gerakan Kembali bersekolah (GKB) telah memukau Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, utamanya usai gerakan yang menggandeng polres Mamuju dan Unicef dan telah tercatat di MURI ini berhasil mengembalikan 3376 anak putus sekolah kembali mengenyam dunia pendidikan.

Mengapresiasi prestasi tersebut secara khusus Bupati Mamuju Drs.H.Habsi Wahid di undang pihak kementerian untuk memaparkan materi sekaitan pelaksanaan GKB tersebut pada gelaran Rembuk Nasional Pendidikan dan kebudayaan (RNPK) di kantor Pusat Pendidikan dan pelatihan Kemendikbud jl.Raya Ciputat, Parung Sawangan Jawa Barat ( kamis, 26 januari 2017). 

Ini adalah sebuah kehormatan bagi kita karena apa yang kita laksanakan melalui GKB telah diapresiasi oleh banyak pihak, kata Habsi Wahid melalui sambungan telepon selular,dan tadi saya telah paparkan sejumlah hal tentang keberhasilan Mamuju mengembalikan anak putus sekolah,alhamdulillah semua perwakilan daerah setanah air yang hadir dihadapan Dirjen kemendikbud sangat mengapresiasi dan membicarakan program ini untuk dijadikan Pilot Project atau percontohan, jelasnya.

Ditambahkan konsentrasi pemerintah daerah selanjutnya adalah mengawal anak yang telah dikembalikan kesekolah agar mereka benar-benar dapat mengikuti proses pendidikan sehingga setara dengan anak lainnya, selain itu diakui Bupati, PR besar juga telah menanti dimana masih terdapat sekitar enam ribu lebih anak yang masih putus sekolah yg juga secara bertahap akan ditutaskan untuk dikembalikan bersekolah.

Selanjutnya nanti kita akan tetap pantau bagaimana outcome dari gerakan ini, selain itu juga pemkab Mamuju juga akan mengantisipasi anak yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi dengan pemberian baju seragam gratis untuk tingkat SD dan SMP yang programnya juga telah berjalan, tutup Bupati Mamuju.


%d blogger menyukai ini: