Salahsatu peran pendamping desa, dalam mendorong kembali kehidupan berdesa di desa-desa dampingannya adalah senantiasa terus berupaya memperkuat nilai-nilai kehidupan di desa. Gotong royong adalah ciri dari kehidupan bangsa Indonesia yang berlaku secara turun-temurun, sehingga membentuk perilaku sosial yang nyata kemudian membentuk tata nilai kehidupan sosial.

Tata nilai yang terbangun di masyarakat menyebabkan gotong-royong selalu terbina dalam kehidupan masyarakat sebagai suatu warisan budaya yang patut dilestarikan. Hal inilah yang nampak terlihat di desa Karang Binangun II di Ogan Kemering Ilir Sumatera Selatan.

Kegiatan gotong royong persiapan pembangunan di Desa Karang Binangun II Kecamatan Belitang Madang Raya Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan

Kegiatan gotong royong persiapan pembangunan di Desa Karang Binangun II Kecamatan Belitang Madang Raya Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan

Menurut Dedy Dharmariza bahwa dalam perspektif sosiologi budaya, nilai gotong royong adalah semangat yang diwujudkan dalam bentuk perilaku atau tindakan individu yang dilakukan tanpa mengharap balasan untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama demi kepentingan bersama atau individu tertentu.

Gotong royong menjadikan kehidupan manusia Indonesia lebih berdaya dan sejahtera. Setidaknya itulah yang sedang didorong dan dilestarikan tim pendampingan Kabupaten Ogan Kemiring Ilir melalui peran para pendamping desa yang ada. Selanjutnya diturkan bahwa melalui gotong royong, berbagai permasalahan kehidupan bersama bisa terpecahkan secara mudah dan murah, demikian halnya dalam kegiatan pembangunan di desa.

Kondisi Dahulu

Menurut Koentjaraningrat budaya gotong royong yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yakni gotong royong tolong menolong dan gotong royong kerja bakti. Budaya gotong royong tolong menolong terjadi pada aktivitas pertanian, kegiatan sekitar rumah tangga, kegiatan pesta, kegiatan perayaan, dan pada peristiwa bencana atau kematian. Sedangkan budaya gotong royong kerja bakti biasanya dilakukan untuk mengerjakan sesuatu hal yang sifatnya untuk kepentingan umum, entah yang terjadi atas inisiatif warga atau gotong royong yang dipaksakan.

Kondisi Saat Ini

Namun saat ini, derasnya arus globalisasi mempengaruhi pada kehidupan sosial kemasyarakatan di desa. Aktualisasi pameo tentang gotong royong mulai tergerus dari kehidupan masyarakat, gotong-royong menjadi sesuatu yang langka untuk disaksikan keberadaannya saat ini.

Upaya Yang Dilakukan

Kepala Desa Karang Binangun II Kecamatan Belitang Madang Raya Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan – Doni Martadinata merasa prihatan dengan lunturnya nilai gotong royong di desa-desa, sehingga beliau terpanggil untuk membangun kembali sifat ke-gotongroyongan masyakat dengan membangun dan menghidupkan kembali nilai-nilai Kebersamaan, Persatuan-Kesatuan, Rela berkorban, Tolong menolong, dengan melakukan sosialisasi didesanya dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dan aparatur pemerintah desa.

Kualitas pembangunan hasil kegiatan gotong royong masyarakat dibeberapa sudut desa

Kualitas pembangunan hasil kegiatan gotong royong masyarakat dibeberapa sudut desa

Menurut Tenaga Ahli Kabupaten OKI, Dedy Dharma Riza; “Masyarakat tidak hanya bahu membahu dalam persiapan pelaksanaan kegiatan, paska pembangunan pun masyarakat secara sukarela menghias sisi badan jalan dengan berbagai ornamen yang berasal dari material batu bata, genteng, bunga, ban bekas serta material lainnya.”

Kreativitas warga desa memanfaatkan limbah ban untuk penataan keindahan lingkungan disudut-sudut desa

Kreativitas warga desa memanfaatkan limbah ban untuk penataan keindahan lingkungan disudut-sudut desa

Kegiatan pembangunan yang dilakukan di desa Karang Binangun II telah memperlihatkan kualitas sesuai kehendak masyarakat, semoga dengan semangat gotong royong di desa Karang Binangun II dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi desa lainnya.

Menurut Kepala Desa Karang Binangun II, Doni Martadinata menyampaikan bahwa di desa Karang Binangun II, rasa kepedulian, partisifasi, dan sifat kegotong royongan masyarakat masih kuat melekat di masyarakat. Insyaallah warisan luhur budaya bangsa ini akan tetap terus dipertahankan, siapa lagi penerusnya, kalau bukan kita semua sebagai anak bangsa.

 

Laporan Dedy Dharma Riza

Tenaga Ahli P3MD Kab. OKI Sumsel

 

%d blogger menyukai ini: