pelatihan-pengembangan-kapasitas-badan-permusyawaratan-desa-wlahar-wetanDesa Wlaharwetan menyelenggarakan pelatihan singkat untuk pengembangan kapasitas anggota dan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Acara berlangsung pada Kamis (15/12) di Aula Kantor Desa Wlahar di Jalan Raya Wlaharwetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

Penyelenggaraan pelatihan bertujuan untuk memberikan perspektif baru atas tata kelola desa pada seluruh anggota BPD. Lahirnya, UU No 6 tahun 2014 tentang Desa mengharuskan pergeseran posisi BPD sebagai penyelenggara pemerintahan menjadi lembaga legislasif desa. Karena itu, peran dan kinerja BPD dalam pembuatan Peraturan Desa (Perdes) menjadi sangat penting.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber sebagai pemantik diskusi. Ada Yossy Suparyo (Anggota Pokja Masyarakat Sipil Kementerian Desa, PDTT), Akhmad Fadli (Peneliti Desa dan Pegiat Ekonomi Mikro), Kikis Kirwono (Ketua BKAD Kecamatan Kebasen), Mulyono (Pemerintah Kecamatan Kalibagor), dan Heri Siswoyo (Pengelola Bank Desa Wlaharwetan).

Strategi pengentasan kemiskinan tingkat desa menjadi topik bahasan dalam pelatihan itu. BPD diharapkan memberikan payung hukum agar Pemerintah Desa Wlaharwetan mampu menerjemahkan program kerja yang terkait dengan pengentasan kemiskinan.

Pengentasan kemiskinan menjadi skala prioritas Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Wlaharwetan di 2017. Pemerintah Desa Wlaharwetan telah mempersiapkan sejumlah program unggulan, seperti sistem pertanian terintegrasi, pengelolaan bank desa, pemasaran produk tani, dan proyek padat karya.

Untuk menindaklanjuti pelatihan, BPD Wlaharwetan sepakat untuk membuat Program Legislasi Desa (Prolegdes) untuk tahun 2017. Pendamping Desa diminta untuk membantu BPD untuk menyiapkan pengkajian untuk draft-draft Peraturan Desa yang dibutuhkan.

Prolegdes akan menurunkan hasil Musyawarah Desa yang akan diselenggarakan pada akhir Desember ini.

%d blogger menyukai ini: