deklarasi-tim-tandem-pendamping-desa-dan-relawan-tik-untuk-pemberdayaan-desa

Pendamping Desa dan Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) mendeklarasikan kerja kolaborasi percepatan pemberdayaan desa. Deklarasi dilakukan di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (27/10) diwakili oleh Arbit Manika (Pendamping Desa) dan Fajar Eri Dianto (Relawan TIK). Keduanya sepakat untuk kerja tandem dalam kerja pendampingan dan pemberdayaan desa.

Deklarasi dilakukan usai diskusi bertopik Membangun Indonesia dari Pinggiran dalam rangkaian Pandi Meeting 7. Kesepakatan itu disaksikan oleh sejumlah tokoh, seperti Dirjen Aplikasi dan Pemberdayaan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Samuel Abrijani Pangerapan), Team leader Konsultan Nasional Program Pemberdayaan-Kementerian Desa (Arief Setyabudi), Kepala Desa Dermaji (Bayu Setyo Nugroho), Gustaf Griapon (Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura), Gerakan Desa Membangun (Yossy Suparyo), dan Direktur Pandi (Sigit Widodo).

Kerja tandem Pendamping Desa dan Relawan TIK menjawab kebutuhan desa atas kemampuan akses informasi dan pemasaran produk unggulan desa. Pendamping Desa atau Pendamping Lokal Desa tersebar di 6.793 kecamatan di Indonesia. Mereka mendampingi pemerintah dan masyarakat desa dalam penerapan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2016 tentang Desa.

“Pendamping Desa bertugas untuk memfasilitasi dan meningkatkan kemampuan desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, kerja sama Desa, pengembangan BUM Desa/ BUMDes Bersama, pembangunan desa, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Arbit.

Sementara Relawan TIK memfasilitasi peningkatan kapasitas di bidang media dan teknologi informasi. Relawan TIK telah menetapkan salah satu ukuran kinerja terpilih (key Performance Indicator) adalah pemberdayaan masyarakat desa.

“Relawan TIK akan menjadi helpdesk untuk dukungan TIK perdesaan, baik untuk pengembangan ekonomi, pemasaran online, penyediaan aplikasi, pengembangan kapasitas, maupun literasi internet yang aman dan nyaman,” jelas Fajar Eri.

Deklarasi disambut baik oleh sejumlah kalangan pekerja sosial maupun bisnis. Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) bersedia membantu penyediaan infrastruktur telekomunikasi, terutama di daerah sulit sinyal, agar masyarakat dapat menikmati layanan internet.

%d blogger menyukai ini: