Kunjungan Deputi Pembangunan Desa KNPP P3MD ke BUMDes Amin Jaya

Kunjungan Deputi Pembangunan Desa KNPP P3MD ke BUMDes Amin Jaya

Wacana kelahiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) terus mendorong desa-desa se-Indonesia bangkit dan merubah nasibnya. Dengan bekal asset dan potensinya mereka melahirkan BUMDesa lalu menciptakan rupa-rupa kreativitas dan langkah berani yang patut diacungi jempol membangun kesejahteraan bagi warga.

Baru-baru ini Kementerian Desa Pembangunan daerah Tertinggal dan Transmigrasi menggelar pemilihan desa-desa dengan BUMDesa terbaik dalam berbagai kategori se-Indonesia. Tidak banyak yang berani melakukan langkah seperti Desa Amin Jaya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, ini. Berkat BUMDesa bernama Karya Jaya Abadi, ekonomi warga desa menjadi jauh lebih baik dan tak perlu tertindas di bawah tengkulak kelapa sawit.

Apa yang BUMDesa Karya Jaya Abadi lakukan? Langkah berani dan inovatif inilah yang membuat BUMDesa Karya jaya Abadi menyabet gelar Pemenang Nasional BUMDesa Kreatif se-Indonesia 2016 dalam gelar pemilihan BUMDesa terbaik se-Indonesia oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal danTransmigrasi, baru-baru ini. BUMDesa Karya Jaya Abadi adalah salah satu di antara 14 yang terpilih sebagai BUMDesa terbaik se-Indonesia di berbagai bidang yang dihelat Kementerian Desa dan PDTT 2016.

Adapun modal awal yang diberikan kepada BUMDes Karya Jaya Abadi sebesarRp. 30.000.000,-merupakan penyertaan modal dari desa yang berupa pinjaman, modal ini diberikan agar BUMDes dapat memulai usaha yang awalnya hanya mengelola jalan masyarakat. Pengelolaan jalan masyarakat dengan membuat portal kejalan masuk perkebunan/pertanian masyarakat ini tidak berlangsung lama, karena adanya kerusakan jalan dan minimnya modal sehingga menjadi kendala bagi BUMDes untuk mengelola jalan tersebut.

BUMDes Karya Jaya Abadi sempat mengalami keterpurukan pada awal tahun 2015 dikarenakan minimnya kegiatan usaha dan permodalan, tetapi pada setelah adanya penyertaan modal dari desa untuk permodalan BUMDes sebesar Rp. 170.000.000,- membuat semangat pengurus BUMDes makin meningkat, unit usaha lainnya pun mulai dibentuk yaitu Unit Usaha Paving Blok. Kemudian pada Tahun 2016, BUMDes Karya Jaya Abadi membuka unit usaha baru yaitu Usaha Jual Beli TBS (Tandan Buah Segar) Sawit dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) berbasis Uang Receh. Pada tahun 2016 ada penyertaan modal dari desa sebesar Rp. 180.000.000,-.

Usaha Jual Beli TBS Sawit BUMDes Karya Jaya Abadi Desa Amin Jaya

Usaha Jual Beli TBS Sawit BUMDes Karya Jaya Abadi Desa Amin Jaya

Tandan Buah Segar (TBS) Sawit

Berdiri Maret 2014, BUMDesa Karya Jaya Abadi memposisikan diri sebagai pembeli sawit dari warga secara langsung. Baru setelah itu sawit-sawit itu dijual ke pabrik-pabrik yang ada di sekitar daerah ini. Hasilnya, desa yang sebagian besar warganya hidup dari kelapa sawit ini menjadi lebih sejahtera karena tidak lagi dilindas tengkulak sawit yang selama ini merajalela.

Usaha jual beli TBS menjadi pemicu bangkitnya kegiatan usaha BUMDes ini, karena potensi sawit di Desa Amin Jaya ini yang sangat melimpah, didukung oleh dekatnya Perusahaan Penampung TBS, maka usaha ini asal didudukung dengan permodalan yang memadai akan cepat berkembang.

Paving Blok Berbahan Baku Serbuk Batu

Paving Blok Berbahan Baku Serbuk Batu

Usaha Paving Blok

Dengan adanya produksi Paving Block berbahan baku serbuk batu dengan kualitas baik, yang dikelola BUMDesa memberikan peluang kerja bagi masyarakat dan mampu memenuhi kebutuhan Paving Block pemerintahan dan swasta. Usaha Paving Blok ini hasil dari studi banding yang dilakukan Pemerintah Desa di Kabupaten Bojonegoro, dengan melihat peluang pasar yang sangat menjanjikan, mengingat banyaknya pembangunan jalan di desa maupun di perusahaan terdekat.

Maka BUMDes Karya Jaya Abadi membuka usaha produksi paving block dengan harga Rp. 1.500,-/buah menjadikan usaha ini sangat disambut baik oleh warga desa dan perusahaan atau pundari Pemerintahan Desa tersebut yang ingin membangun jalan dengan menggunakan paving block.

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Berbasis Uang Receh

LKM Berbasis Uang Receh, yaitu mengumpulkan semua uang recehan dariRp. 500,- s/d Rp. 1.000,- darimasyarakat Desa. Dengan hadirnya unit usaha ini dapat membantu permodalan BUMDes. Terkadang pemikiran bagi kita, uang receh banyak tidak digunakan, tetapi apabila dikumpulkan oleh masing-masing warga maka akan dapat jumlah yang cukup banyak. Hal inilah yang dilakukan oleh BUMDes Karya Jaya Abadi, mengumpulkan uang receh dari semua warga masyarakat untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu sehingga dana simpanan yang berbentuk uang receh tersebut dapat dijadikan modal tambahan bagi BUMDes Karya Jaya Abadi.

Dengan adanya kunjungan Nurul Hadi Ikh, Deputi Pembangunan Desa Konsultan Nasional Pengembangan Pr0gram Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) didampingi  Tenaga Ahli Madya Kredit Mikro, Tenaga Ahli Madya Keuangan, Tenaga Ahli Madya Manajemen Data serta Tenaga Ahli Kabupaten yang diwakili oleh Tenaga AhliTeknologi Tepat Guna ke Desa Amin Jaya, Kec. Pangkalan Banteng, Kab. Kotawaringin Barat memberikan semangat baru untuk selalu lebih kreatif dalam mengelola potensi lokal.

Dalam kunjungan yang juga diikuti oleh Room Hendi selaku  Kabid UEM BPMD Kab. Kotawaringin Barat disepakati untuk melaksanakan pendampingan ke BUMDes Karya Jaya Abadi lebih intensfit, terutama aspek menegemen dan administrasi serta penguatan sistem melalui penguatan  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan lainnya.

%d blogger menyukai ini: