berita

TAU KNPP melakukan koordinasi di kantor setempat.

HAMPIR setiap hari kita selalu disuguhi dengan beragam berita, mulai dari media cetak, elektronik, hingga media online. Di era modern seperti sekarang ini, berita menjadi kebutuhan pokok hampir seluruh lapisan masyarakat. Melalui berita, seseorang dapat mengetahui kejadian tertentu dengan mudah dan murah dari berbagai wilayah, baik lokal, nasional maupun mancanegara.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita mulai belajar cara menulis berita dengan baik dan benar yang barangkali akan bermanfaat dikemudian hari. Harapannya, setelah memiliki kemampuan menulis berita, kita dapat saling berbagi informasi melalui media, baik website, blogg maupun media sosial.

Berdasarkan pengalaman penulis, belajar menulis berita bukanlah sesuatu yang sulit. Hanya saja, dibutuhkan niat yang tulus, ikhlas, dan istiqamah untuk dapat menulis berita dengan baik dan benar. Sebab, kemampuan menulis itu adalah pembiasaan. Meski seseorang telah mengikuti pelatihan jurnalistik belasan kali tapi tidak pernah memulai menulis, maka ia tidak akan pernah bisa menulis dengan baik. Jadi kuncinya adalah perbanyak latihan menulis berita.

Perlu dipahami bahwa berita adalah sebuah laporan peristiwa yang baru saja terjadi dan menarik perhatian dan bermanfaat bagi khalayak. Karena berita merupakan laporan, maka harus didiskripsikan dengan jelas agar peristiwa yang dilihat atau diketahui penulis dapat dipahami dengan baik oleh pembaca. Sebelum menulis, penulis harus beranggapan: Menulis bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk orang lain. Jelas bagi dirinya, belum tentu jelas pula bagi orang lain. Dengan demikian, tulisan yang dihasilkan harus jelas bagi diri sendiri, dan juga untuk orang lain.

Bagaimana cara mengumpulkan data dan mendiskripsikan peristiwa?

Teknik mengumpulkan data dan mendiskripsikan sebuah peristiwa setidaknya harus memuat enam hal. Yakni siapa melakukan apa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana. Teknik itu biasa dikenal dengan sebutan 5 W + 1 H (who, what where, when, whay + how).

Seluruh informasi paling penting diletakan pada paragraf pertama dan kedua, sedangkan paragraf selanjutnya berisi penjelasan tentang paragraf di atasnya. Hal itu untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi berita.

Berita memiliki skema sebagai berikut
a. Judul
Judul merupakan bagian terpenting dari berita. Sebab, judul merupakan wajah terdepan berita yang juga bisa berfungsi untuk menarik perhatian pembaca. Jika judul berita menarik, maka pembaca akan terpikat untuk membaca dan begitu sebaliknya. Pilihlah judul yang mampu mewakili seluruh isi berita. Penulisan judul harus menggunakan kalimat aktif dan tidak lebih dari lima kata.

b. Teras Berita
Teras berita adalah penjabaran dari judul berita, terdiri atas satu atau dua paragraf. Informasi atau data terpenting dari berita harus disajikan di teras berita ini. Tujuannya agar pembaca dapat langsung mengetahui inti informasi yang akan disampaikan. Pada bagian ini biasanya diisi siapa, apa, dimana melakukan apa.

c. Tubuh Berita
Tubuh berita menjelaskan isi teras berita yang berisi mengapa dan bagaimana peristiwa itu terjadi. Bagian ini menjelaskan secara detail tentang kronoligi kejadian atau penjelasan lain yang perlu untuk disajikan. Penulisan berita sekali lagi harus menggunakan kalimat aktif agar dapat mengajak pembaca berimajinasi tentang peristiwa yang disajikan.

Setelah berita ditulis, langkah yang perlu dilakukan selanjutnya yakni mengoreksi kembali tulisan. Pastikan bahwa tulisan itu sudah bisa dipahami oleh diri sendiri atau belum. Jika perlu, ajak teman atau saudara untuk membaca berita yang ditulis. Jika mereka sudah dapat mengerti, maka tulisan berita siap disajikan ke media. Pastikan juga bahwa tidak ada tulisan yang salah ketik, kurang tanda baca atau kurang huruf. Akurasi ini penting agar tidak merugikan penulis dan pembaca. SELAMAT MENCOBA

Penulis: Rinto Hariyadi

%d blogger menyukai ini: