IMG-20170330-WA0007

Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan menyusuri Jawa selatan. Di suatu tempat yang sering kami kunjungi selalu ada sisi menarik untuk direkam. Banyak pengetahuan baru dalam aksi-aksi pemberdayaan masyarakat yang menarik untuk dipelajari. Di Kecamatan Kebasen Banyumas ada sosok Kikis Kirwono, Ketua BKAD Kec. Kebasen, Banyumas Jawa Tengah yang mampu melahirkan beragam kreativitas dalam membangun kerjasama antar desa.

Kikis Kirwono seolah tak pernah bosan, tak pernah lelah dengan berbagai kegiatan yang sedang ia gagas dilingkup antar desakembangkan. Kikis Kirwono menularkan virus-virus kewirausahaan tidak saja  dilingkup antar desa atau Kabupaten, kunjungan kali ini ke Kecamatan Kebasen (29/03/2017), diawali dari lingkungan sekitar Kikis di Desa Mandirancan.

Di sekitar rumah tinggalnya tumbuh usaha peternakan jangkrik sebuah geliat membangun kedaulatan ekonomi keluarga, disamping itu tidak jauh dari rumahnya, rupanya Kikis telah memberikan pengaruh kepada Bidan Desa untuk mengambil peran dalam peningkatan usaha ekonomi keluarga melalui beternak ikan lele dengan bioflog.

Menurut Bu Bidan, dia tertarik beternak ikan lele, selain untuk  hiburan juga untuk mengajak warga agar dapat memanfaatkan pekarangan aelain dengan tanaman dapur, juga beternak ikan untuk memenuhi kecukupan protein masyatakat desa. Dia begitu sktif mendorong gagasan Kikis ke para kader posyandu di Desa Mandirancan.

Setelah berkeliling disekitar tempat kediaman Kikis, kamipun menuju ke Balai Desa Mandirancan, banyak hal yang kami diskusikan mulai dari persoalan Dana Desa, BUMDesa, Perencanaan Desa, Kelembagaan di Desa dan rencana Desa Mandirancan mengangkat destinasi wisata ekologi.

Menurut pengurus LMD Darsim sekaligus sebagai Kadus dan Khayun kepala urusan Perencanaan Pembangunan Desa menurutnya saat ini sedang  merancang untuk menjadikan potensi Curug di Desa Mandirancan menjadi Obyek Wisata Desa.

Adanya potensi Destinasi wisata baru di Desa Mandirancan, menurut Widiyanto Kepala Urusan Kesejahteraan, dapat  membangun Keberdayaan Ekonomi, Sosial-budaya dan meningkatkan PAD Desa. Saat ini Desa membutuhkan penguatan melalui pendampingan untuk mendorong optimalisasi aset Desa.

Desa Mandirancan perlu melakukan inventarisasi dan menyusun kembali aset desanya, serta batas desa  atas wilayah yang berhubungan dengan wilayah Perhutani, tutur Narkim Sekretaris Desa Mandirancan.

Foto bersama jajaran Pemerintah Desa Mandirancan Kec. Kebasen Kab. Banyumas

Foto bersama jajaran Pemerintah Desa Mandirancan Kec. Kebasen Kab. Banyumas

Ditingkat antar Desa, Kikis Kirwono menjadi pengagas membangun keberdayaan masyarakat dengan optimalisasi peran lembaga transformasi UPK PNPM dalam wadah BKAD. Menurutnya UPK seharusnya melakukan transformasi tidak saja bentuk kelembagaan dan bentuk hukum, tetapi yang terpenting adalah bagaimana mengembangkan nilai manfaat kegiatan yang dibangun dari aset dana bergulir UPK PNPM.

Bentuk terobosan yang dilakukan oleh BKAD Kebasen, dalam rangka meningkatkan benefeceris (manfaat) pengelolaan Dana Bergulir yang ada saat ini adalah dengan melakukan diversifikasi kegiatan. Bentuk pola Pinjaman kelompok menurutnya akan mengalami titik jenuh terkait rentang kendali jumlah kelompok dan peningkatan besaran alokasi pinjaman yang sudah maksimal.

Sehingga perlu upaya meminimalkan iddle capital dan menghindari munculnya kelompok fiktif karena over supply, yang cenderung memaksa sebuah keputusan untuk dicairkan dalam rangka menekan iddle capital, ini banyak terjadi pada beberapa UPK lainnya.

Diversifikasi kegiatan yang dilakukan bersifat terintegrasi antara layanan kegiatan pinjaman kelompok, dengan pengembangan usaha bersama melaui pengembangan warung kemitraan yang saat ini sudah mencapai 12 warung. Serta memperkuat dengan mendorong pos-pos pelatihan Swa-Mandiri untuk meningkatkan kapasitas usaha-usaha kelompok, juga membuat labsite usaha pertanian dan perikanan sebagai tempat belajar masyarakat dan kelompok pemanfaat mitra BKAD Kebasen.

Lembaga pengelolaan Dana Bergulir, Pengembangan Usaha Bersama Mita BKAD, dan Pos-pos Pelatihan Swa-mandiri, serta Labsite Demplot Usaha  pertanian bahkan Laboratorium Usaha Online “Trajang”, inilah bentuk upaya pemberdayaan paska program yg tidak bisa dibangun “Boleh atau Tidak” atau ketakutan dalam proses fasilitasinya, tetapi yang terpenting setiap keputusan dilahirkan dari pilihan resiko yg diputuskan musyawarah, demikian tutur Kikis Kirwono.

Warung Barokah salahsatu warung kemitraaan BKAD kebasen yang dikelola Bu Soniah

Warung Barokah salahsatu warung kemitraaan BKAD kebasen yang dikelola Bu Soniah

Selanjutnya dijelaskan setiap usaha memiliki risiko, dan risiko itu harus dikelola dengan solusi dan motivasi. Sebanyak 12 warung Kemitraan BKAD terbukti tingkatkan pendapatan keluarga dan kemudahan akses usaha. Salahsatunya adalah warung Barokah kemitraan  BKAD yang dikelola oleh Soniah bersama Matori Suaminya.

%d blogger menyukai ini: