Rapat RT 10/01 Desa Wiradadi, Sokaraja, Banyumas

Rapat RT 10/01 Desa Wiradadi, Sokaraja, Banyumas

Ibarat tanah, desa adalah lahan yanh cocok untuk pembenihan demokrasi. Demokrasi asli desa, biasa disebut Rembug Desa, menjadi bukti demokrasi tumbuh subur di kawasan perdesaan. Bahkan, akar demokrasi terus lestari hingga tingkat Rukun Tetangga (RT).

RT merupakan lembaga kemasyarakatan terkecil di desa. Setiap RT beranggotakan 30-40 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan tertentu. Lokasi rumah saling berdekatan/bertetangga, sehingga secara fisik antar anggota dalam RT saling berhubungan secara langsung.

RT dipimpin oleh Ketua RT. Ketua RT dipilih atau diangkat oleh masyarakat lewat pemilihan RT. Sebagian besar kegiatan RT terkait dengan tata kelola lingkungan, seperti pengelolaan sampah, keamanan lingkungan, membersihkan jalan lingkungan, kelola taman, pengelolaan rumah ibadah, pengendalian tamu, hingga ketertiban lingkungan.

Semua kegiatan RT dibiayai secara swadaya oleh anggota RT. Setiap anggota membayar iuran rutin tiap bulan untuk membiayai kegiatan RT.

Selain itu, ada sumbangan sukarela yang biasanya dilakukan secara spontan saat ada kegiatan bersama, contoh ada warga menyiapkan minuman dan makanan ringan saat kerja bakti.

RT juga dapat difungsikan sebagai pilar solidaritas sosial. Setiap ada warga yang sakit, warga lain segera menjenguk dan menyemangati si sakit. Ada dana yang dikelola untuk sekadar memberi bingkisan pada si sakit. Hal itu menunjukkan tradisi demokrasi ala RT sangat egaliter, mandiri, dan independen.

Meski RT hanya lembaga kemasyarakatan, RT acapkali mendapat tugas perbantuan, mulai dari surat pengantar, pengumpulan pajak bumi dan bangunan, sosialisasi program pemerintah, dan lainnya. Kuatnya interaksi Ketua RT dengan warganya membuat posisi tersebut dimanfaatkan sejumlah pihak untuk beragam kepentingan.

%d blogger menyukai ini: