Tim Alumni Fapet IPB berpose di depan sanggar belajar PAUD Cahaya Rumah

Kunjungan studi Tim Alumni Fapet IPB berikutnya, pada tanggal 15 Januari 2017 adalah kunjungan belajar ke komunitas belajar PAUD.

​Nun jauh dari keramain kota, di lereng gunung Ungaran, terlahir gagasan mengembangkan dunia pendidikan anak usia dini sejak tahun 2009, yang dicetuskan Khusnul Khotimah dengan mendirikan lembaga pendidikan Paud terpadu Cahaya Rumah,  saat ini jumlah murid sebanyak 45 orang dan pendidik sebanyak  5 orang. 

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sejak tahun 2005 mengalami perkembangan yang luarbiasa baik di wilayah perdesaan maupun diperkotaan. PAUD menurut Risaldy, dkk 2014 salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. 

PAUD terpadu Cahaya Rumah berada di jl.Raya Limbangan no.17 RT 03’RW 03 Desa Limbangan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Lembaga ini mengelola kegiatan belajar berbasis komunitas. Dan telah mengukir prestasi telah antara lain:

  1. Tahun 2011 meraih Juara 1 tingkat provinsi jawa tengah, kategori Best Practice pengelola paud 
  2. Peringkat 4 nasional pada lomba jambore PTK paudni 
  3. Tahun 2015 menjadi Juara 3 propinsi Jawa Tengah lomba karya tulis untuk pengelola paud, pada lomba Apresiasi PTK PAUDNI.

PAUD Cahaya Rumah memiliki fasilitas belajar berupa ruang kelas, tempat bermain, perpustakaan, serta saung sanggar kreativitas yang berfungsi multiguna. Disaung sanggar itulah senantiasa diselenggarakan pertemuan orang tua dan murid untuk mengkaji perkembangan pendidikan anak sekaligus membangun literasi dan edukasi melalui perpustakaan.
Khusnul khotimah ( yang juga alumni IPB ) dibantu suaminya sebagai aktivis NGO (Pattiro), telah menunjukan karya dengan tangan dinginnya kepada Tim Alumni Fakultas Peternakan IPB saat kunjungan ke lembaga pendidikan tersebut. 

Widi Heriyanto yang pernah menjabat sebagai  Program Director CSO-AIPD PATTIRO– Pusat Penelaah Informasi Regional (Pattiro), bersama istrinya lebih fokus memilih desa sebagai tempat pengabdiannya dan ladang beramal. Saat ini beliau masih mengembangkan sekolah rakyat-sekolah desa dalam rangka membangun literasi dan edukasi masyarakat desa.

Sungguh luarbiasa pembelajaran yang diperoleh tim alumni Fapet IPB, seolah telah menemukan kembali spirit baru berdesa (re-inventing spirit of Desa). Menurut H. Amin Bahtiar, kunjungan kali ini bukan sekedar refreshing tetapi telah membuka cakrawala pandang sisi sebuah kehidupan. Selanjutnya beliau tuturkan, kegiatan ini adalah penjajakan peran alumni Fapet IPB kedepan dalam mengembangkan potensi pengabdian dan pengembangan usaha di desa.

Menurut mas Widi panggilan Widi Heriyanto yang juga pandai memainkan seruling dan pakar dalam hal kebudayaan, beliau sampaikan bahwa lembaga pendidikan anak usia dini yang baik adalah apabila anak-anak  belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar. Itulah design pendidikan anak yang dibangun PAUD Cahaya Rumah.

Khusnul Khotimah dan Widi Heryanto, adalah pendamping organik, sosok pejuang yang berkarya bukan sekedar mengejar keuntungan pribadi tetapi mengajarkan nilai-nilai kepedulian untuk membangun negara dari desa.

Referensi tambahan:
Risaldy, dkk 2014. Panduan Mengatasi Permasalahan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Luxima Metro Media.

%d blogger menyukai ini: