Sebuah Cerita Inspiratif yang ditulis  Ahmad Erani Yustika, semoga membuka mata bathin kita untuk menajamkan pendampingan terhadap masyarakat Desa menjadi lebih punya arti untuk kehidupan sesama.

Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Prof. Ahmad Erani Yustika, M.Sc, Ph.D

Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Prof. Ahmad Erani Yustika, M.Sc, Ph.D

Rahma Aliya Rizki adalah anak yang hidup dalam nestapa dimasa silam. Lahir dengan kaki dan tangan cacat di Desa Cikadu, Bandung Barat. Dalam ketaksadaran lahir, ia merasa hidupnya tak sama dengan kawan sebaya. Siksaan batin lebih tidak ditanggungkan lagi karena Ayahnya meningggalkannya: malu karena punya anak  cacat.

Rahma nama pangilan sang anak, dia hidup bersama neneknya yang sesekali masih bisa bertemu dengan ibunya. Sambil memendam gurat kepedidhan mendalam. Ayahnya masih tinggal sekampung, tapi menyapapun tidak dilakukan ketika berpapasan jalan. Beban lahir dan bathin menikamnya sekaligus.

Di sekolah ia tak mampu ikut upacara bendera atau pelajaran olahraga sebab kaki dan tangan yang tidak bisa menyangga. Dia bahkan tidak bisa memakai sepatu. Sebagian teman-temannya mengejek dan membuat hatinya kian terpuruk. Tapi cahaya hidup bisa datang dari arah mana saja. Didesanya terdapat program GSC (generasi Sehat Cerdas) yang membantu kaki palsu untuknya dan sejak itu bisa berdiri tegak. Tak hanya itu, ia juga belajar pencak silat yang membuat kekuatan untuk menjalani hidup dengan segala kegetiran. Matanya kini penuh binar, hidup tak lagi kelam.

Sempat dia terpuruk kembali karena nilai yang bagus di Sekolah Dasar tak bisa mengantarkannya  masuk SMP, akibat problem abadi, jerat kemiskinan (dia sendiri masuk SD ketika usia menginjak 8 tahun). Dalam situasi genting itulah Allah SWT datang dengan kasih-Nya. Melalui program GSC, dia dibantu untuk bersekolah dan mendapatkan uang bersekolah dan mendapat uang transfort tiap bulan. Ia sekarang hidup riang kembali dan bertekad merumusmkan masa depannya dengan pijakan bakat dan semangat bergemuruh. Rahma ingin melanjutkan kisah hidupnya sampai cita-citanya terwujud, menjadi penyanyi. Ia pasti mampu sebab kekuatan tidak terletak pada kaki dan tangan, namun pada pikiran dan keyakinan. Rahma adalah kita. Kita lahir dan hidup tak sempurna. Tapi hidup layak diperjuangkan sampai menjadi sempurna.

 

Ahmad Erani Yustika