img-20161109-wa0049.jpg

Kecamatan Gumelar Banyumas memiliki berbagai kekayaan alam, antara lain pegunungan kapur. Bagi warga, khususnya Desa Paningkaban, Gumelar Banyumas, gunung kapur ini merupakan berkah dan menjadi sumber penghasilan. Namun, di sisi lain kapur ini merupakan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Apabila dilakukan eksploitasi besar-besaran dapat berdampak tidak baik bagi warga di masa depan.

Usaha untuk melestarikan gunung kapur ini harus menjadi perhatian bersama. Penambangan gunung kapur di Desa Paningkaban dan sekitarnya sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun. Bahkan, ada lokasi galian sebagian sudah berubah menjadi tanah datar yang digunakan untuk pemukiman.

Sampai sekarang masih tersedia lahan kapur yang cukup luas. Namun, kebutuhan akan kapur ke depan semakin tinggi seiring dengan perkembangan industrialisasi. Maka penambangan kapur dibutuhkan regulasi yang bersifat restoratif, untuk menjaga kelestarian gunung kapur tersebut.

Pengaturan tentang penambangan batu kapur di desa harus memperhatikan usaha pelestarian lingkungan, namun tetap memberi manfaat bagi warga penambang. Format pengaturan ini yang harus dibicarakan dengan melibatkan seluruh pihak khususnya warga serta penambang.

Penambangan kapur masuk kategori galian C yang perizinannya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Namun yang terkena dampak secara langsung adalah desa dan warganya.

Desa sudah sepantasnya mendapat kewenangan mengatur sumber daya alam dan galian agar desa juga bias mengendalikan eksploitasi yang terjadi di wilayahnya. Pengaturan ini dalam rangka menjaga kelestarian alam yg menjadi aset desa terutama tidak terbarukan terbarukan. (Fat)

%d blogger menyukai ini: