Laporan Muhammad Fatikhun


Kecamatan Gumelar Banyumas memiliki berbagai kekayaan alam, antara lain pegunungan kapur. Bagi warga, khususnya Desa Paningkaban Gumelar Banyumas, gunung kapur ini merupakan berkah dan menjadi sumber penghasilan. Namun disisi lain kapur ini merupakan Sumber Daya Alam yang tidak terbarukan. Apabila dilakukan eksploitasi besar-besaran dapat berdampak tidak baik bagi warga dimasa depan.

Artinya, pelestarian gunung kapur ini harus menjadi perhatian bersama. Penambangan gunung kapur di Desa Paningkaban dan sekitarnya sudah dilakukan berpuluh puluh tahun. Lokasi galian sebagian sudah berubah menjadi tanah datar yang digunakan untuk pemukiman. Sampai sekarang masih tersedia lahan kapur yang cukup luas. Namun kebutuhan akan kapur kedepan semakin tinggi seiring dengan perkembangan industrialisasi. Maka penambangan kapur dibutuhkan regulasi yang restorative, untuk menjaga kelestarian gunung kapur tersebut.

Artinya pengaturan tentang penambangan batu kapur di desa harus memperhatikan usaha pelestarian lingkungan, namun tetap member manfaat bagi warga penambang. Format pengaturan ini yang harus dibicarakan dengan melibatkan seluruh pihak khususnya warga serta penambang.

Penambangan kapur masuk kategori galian C yang perijinannya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Namun yang terkena dampak secara langsung adalah Desa dan warganya. Oleh karena itu, Desa sudah sepantasnya diberi kewenangan mengatur sumber daya alam dan galian agar Desa juga bias mengendalikan eksploitasi yang terjadi di wilayahnya. Pengaturan ini dalam rangka menjaga kelestarian alam yg menjadi aset desa terutama tidak terbarukan terbarukan. (Fat)

%d blogger menyukai ini: